Beberapa warga sedang melihat rumah milik Frans Kup yang sudah terbakar (Foto: Ardy Abba)

Ruteng, Vox NTT- Sebuah rumah di Simpang Necak, Desa Compang Mekar, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ludes terbakar pada Kamis, 21 September 2017 malam.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com di lokasi, Jumat (22/9/2017) pagi , rumah tersebut milik Frans Kup, warga asal Lengko Tegol-Compang Mekar.

Berdasarkan pengakuan warga sekitar Simpang Necak, kebakaran terjadi sekitar pukul 20.50 Wita, Kamis malam.

Diduga sumber api berasal dari tungku api yang lupa dipadamkan pemiliknya. Dari tungku api itu, api kemudian perlahan-lahan membesar dan meramba ke leba.  Leba adalah tempat menyimpan kayu api yang letaknya persis di atas tungku api.

Sementara saat api melahap semua isi rumah, pemiliknya tidak sedang tidak berada di tempat. Mereka ke kampung Lengko Tegol untuk urusan keluarga.

“Tidak sampai 10 menit api menghangus semua isi rumah pak. Semuanya rata tanah, tidak ada satupun yang sisa,” ujar salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya saat bertemu di lokasi kebakaran.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun kerugian materil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Camat Lamba Leda, Aleks Rahmat yang saat dihubungi sedang berada di Jakarta mengaku kaget dengan peristiwa kebakaran tersebut.

Namun, pihaknya berjanji segera memerintah kepala desa Compang Mekar untuk mendata kerugian akibat kebakaran tersebut untuk kemudian membuat laporan resmi ke pemerintah kabupaten (Pemkab) Matim.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim Anton Dergong yang dihubungi terpisah mengarahkan pihak keluarga korban untuk segera berkoordinasi dengan Kepala Desa Compang Mekar.

“Saya nanti suruh saya punya pegawai untuk melihat. Tetapi tetap kepala desa (Compang Mekar) membuat laporan tertulis lalu dikirim ke bupati (Matim), lalu tembusan ke kami (BPBD Matim),” jelas Anton Dergong. (Adrianus Aba/VoN)