Ilustrasi

Ruteng, Vox NTT- Raut wajahnya tampak diselimuti pundi-pundi kesedihan seakan sedang memikul beban berat saat ia mengingatkan kembali peristiwa piluh itu.

Suaranya terbata-bata dan air mata turun. Ia pun lalu bercerita sambil menangis saat ia dikatai anjing oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Hironimus Nawang.

AD, inisial Tenaga Harian Lepas (THL) itu mengaku menangis bukan karena diberhentikan. Namun, AD menangis karena dalam hidupnya belum pernah dikatai anjing.

“Orangtua saya saja tidak pernah mengatai saya anjing, saya jujur sangat trauma dalam hidup setelah dikatai anjing oleh pak Kadis,” kata AD saat bercerita dengan VoxNtt.com di Ruteng, Kamis (5/10/2017).

Tak hanya menerima kata makian itu. AD mengaku kaget setelah ia menerima surat pemecatan dari Kadis Nawang. Padahal, ia sudah empat tahun mengabdi sebagai penyiar RSPD Matim.

Menurut AD, kisah piluh itu bermula saat kegiatan Pemilihan Bintang Radio Matim sesi II sekitar dua pekan lalu. Acara itu berlangsung di Lapangan Muara Jembatan Wae Bobo-Kota Borong.

Kala itu, AD dipercayakan sebagai pembawa acara dalam kegiatan yang berlangsung selama 10 hari tersebut.

Di hari keempat saat wanita berparas cantik itu memandu acara di atas panggung bersama rekannya, Kadis Nawang tiba-tiba menyela pembicaraan AD dari kerumunan penonton.

“Lanjutkan tidak usah ulang,” kata AD meniru Kadis Nawang.

Teriakan Kadis Nawang, kata AD, lantaran sebelumnya saat acara berlangsung terjadi pemadaman listrik dalam beberapa saat.

Saat itu, teman MC AD sedang berada di belakang panggung. AD kemudian berinisiasi untuk berkonsultasi dengan juri, apakah acara akan dilanjutkan atau tidak.

Salah satu juri lanjut dia, mengarahkan agar acara tetap dilanjutkan kendati listrik padam. Pertimbangan juri itu yakni karena waktu semakin mepet.

“Saya kemudian kembali untuk memandu acara, tapi tiba-tiba dia menyela dengan mengatakan, lanjutkan saja tidak usah ulang,” kata AD.

Saat Kadis Nawang menyela, AD sendiri mengaku terganggu konsentrasinya. Sebab acara tersebut merupakan siaran langsung RSPD Matim.

Selanjutnya, saat proses perekapan nilai dari para juri Kadis Nawang berjalan menuju sudut panggung. Kemudian, dia kembali memerintah AD untuk segera mengumumkan acara keesokannya.

Namun, saat itu AD tidak menoleh ke arah Kadis Nawang lantaran masih berbicara dengan pasangan MC.

“Mungkin karena saya tidak toleh, dia menghampiri kami dari belakang sambil mengatakan segera umumkan acara keesokan harinya,” tutur AD.

Merasa terganggu dengan sikap Kadis Nawang, AD kemudian kembali ke tempat duduk semula. Tak lama berselang ia langsung ke belakang panggung.

Di belakang panggung, Kadis Nawang kemudian menghampiri AD dan bertanya apa yang tersinggung dengan kata-katanya saat membawakan acara.

“Saya bilang begini, tolong kalau kami sedang dipanggung jangan dulu diganggu atau dipotong kami punya pembicaraan, karena sangat mengganggu kosentrasi. Apalagi acara ini Live Event,” kata AD.

Kadis Nawang kemudian kembali menyelah dan bertanya “salahkah kalau saya lanjutkan apa yang disampaikan oleh juri”.

“Bukan soal salah dan benarnya, tapi waktu dan tempat penyampaian itu tidak tepat. Apalagi sebelumnya saya sudah konfirmasi dengan juri,” jawab AD ke Kadis Nawang.

Namun saat pembicaraan di belakang panggung itu, kata AD, Kadis Nawang tampak tetap ngotot dan seolah memaksa bahwa dirinyalah yang benar.

Tidak lama kemudian, Kadis Nawang membanting sebuah botol air mineral di atas meja. Selanjutnya, ia mengeluarkan kata makian anjing sacara berulang-ulang, lalu mengatakan “saya tidak akan memaafkan kau (AD)”, sambil membuat tanda salip sesuai ajaran katolik.

Setelah mendengar kata anjing tersebut, AD mengaku tidak menerima. Ia lalu berdiri dan bertanya ke Kadis Nawang “ kenapa saya dikatai anjing, saya ini manusia bukan anjing”.

Tak puas dengan kata-kata dilontarkan, AD kemudian terus menyusul Kadis Nawang yang sambil berjalan menuju tempat acara. AD terus bertanya alasan Kadis Nawang mengatainya anjing.

Merespon pertanyaan itu, Kadis Nawang lalu menyahut “karena hanya anjing yang mengoceh”. Selanjutnya, Kadis Nawang lantas mengusir AD pulang.

“Itulah peristiwanya. Tiba-tiba tadi (Kamis pagi) setelah siaran saya terima surat dari perihal pemberhentian saya dari THL,” katanya.

AD sendiri mengaku bingung, karena pertimbangan Kadis Nawang memberhentikannya karena ia tidak membutuhkan lagi tenaga penyiar RSPD yang sering membawakan acara “Program Jendela” itu.

Sementara itu, Kadis Nawang saat dikonfirmasi melalui teleponnya Kamis sore mengarahkan VoxNtt.com agar menanyakan langsung seputar pemecatan itu kepada AD.

Ae co tara persoalkan. Rei kat one hia, bom toe manga suratn (Kenapa dipersoalkan, tanya ke dia saja, kan ada suratnya),” ujar Kadis Nawang dalam bahasa Manggarai.

Dia sendiri membenarkan pernah mengatai AD anjing sebelum mengirim surat pemberhentian tersebut.

“Ia, karena dia tantang saya, Asa neng ite eme ditantang bawahan toe rugi ite ko? (bagaimana kalau anda ditantang bawahan, apakah kamu tidak marah) Ini soal etika saja,” ujarnya.

Sekitar 10 menit kemudian, Kadis Nawang kembali menelepon untuk menjelaskan lebih lanjut seputar kata makian anjing kepada AD tersebut.

Dia menjelaskan, kata anjing tersebut dilontarkan lantaran AD membentak dirinya. “Masa seorang bawahan bentak pimpinan,” tukas dia.

“Dalam konteks saya tanya, enu (nona), saya tidak suka dengan pak punya cara. Itu kan bentak saya, asa ite eme nenggitu e (bagaimana kalau itu terjadi dengan anda), saya sebagai seorang manusia, manusiawi sekali dengan saya punya sikap,” tandas Kadis Nawang.

Menurut dia, tindakan AD saat merespon dirinya pada acara itu tidak layak dilakukan oleh bawahan terhadap atasannya. “Coba nanti ite (kamu) memahami soal, itu konteksnya itu kata anjing itu,” katanya. (Adrianus Aba/VoN)

alterntif text