Pintu gerbang masuk ke ruang perawatan yang terletak di sisi kiri RSUD. (Foto: Eman Tabean)

Kefamenanu,Vox NTT- Upaya Pemerintah daerah (Pemda) Timor Tengah Utara (TTU) untuk mewujudkan Rumah Sakit (RS) yang ramah dan sehat terus digalakan.

Alhasil, dari waktu ke waktu kondisi di Lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TTU kian terlihat rapi dan bersih.

Kesan kotor dan jorok pun mulai berkurang di RS milik Pemda itu.

Pantauan media ini Rabu (25/10/2017), di depan pintu, terdapat sebuah papan informasi yang berisi larangan untuk membawa sirih pinang dan minuman keras (Miras) di lingkungan RS.

Selokan di samping kiri Ruang Bedah. (Foto: Eman Tabean)

Setiap pengunjung yang hendak berurusan dengan petugas, sebelum masuk ke ruang perawatan, pengunjung terlebih dahulu harus melewati pintu gerbang yang terletak di bagian Timur. Di sana sedang menunggu security yang siap memeriksa tentengan atau tas. Apabila terdapat sirih pinang maka langsung disita.

Terpantau juga, kondisi got yang tampak bersih tanpa ada genangan air dan tumpukan sampah. Lantai sepanjang koridor pun bersih. Tampak petugas cleaning service stand by untuk mengepel kotoran setiap saat.

Demi menjaga kebersihan dan kesehatan pengunjung, pada pintu masuk baik itu di bangsal pria, wanita pun ruang bedah terdapat 1 (satu) buah wadah berisi air dan sabun anti septic. Pengunjung wajib membersihkan tangannya di situ sebelum dan sesudah membesuk pasien.

WC Tidak Bau

Selain lantai dan got yang bersih, di Kamar Mandi dan WC pun terisi air yang cukup. Sehingga tidak menimbulkan bau busuk yang mengganggu kenyamanan pengunjung dan pasien.

Kondisi kamar mandi di bangsal pria dalam kondisi bersih serta bak terisi penuh air. (Foto: Eman Tabean)

Bau obat yang sering menjadi keluhan warga khususnya pasien pun kini tak lagi tercium.

Esi Funan, seorang warga yang saat itu menjaga ayahnya di bangsal pria saat diwawancarai mengaku nyaman dengan kondisi RSUD yang semakin bersih.

Esi menjaga ayahnya sejak hari Kamis lalu, dia mengaku setiap pagi, siang dan sore hari selalu melihat petugas rutin mengepel lantai.

“Kalau untuk bersih ya sudah cukup bersih, setiap saat pasti ada yang datang pel lantai terus hanya tolong supaya pengunjung itu dibatasi sehingga jangan terlalu menimbulkan keributan yang dapat mengganggu istirahat pasien,” ungkap Esi penuh harap.

Plt. Dirut RSUD TTU, Robertus Tjeunfin saat diwawancarai media ini di ruang kerjanya menjelaskan, untuk mewujudkan rumah sakit yang bersih dan terawat dibutuhkan sebuah usaha dan kerja keras.

Robert menambahkan, guna mendukung hal tersebut, pada tahun 2017 Pemda TTU mengucurkan dana sebesar Rp 100 juta atau tambah Rp 20 juta dari tahun sebelumnya Rp 80 juta.

“untuk tahun 2017, dana dari Pemda khusus untuk kebersihan Rp 100 juta. Uang itu kita gunakan untuk membeli sapu, kain pel, pembersih lantai, sabun anti septic dan juga peralatan kebersihan lainnya,” jelas Robert.

“Jumlah tenaga cleaning service 24 orang yang bekerja secara sift dan setiap bangsal itu kita tempatkan 2 orang petugas,” tutur Robert.

 

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni Jehadin