Patung Pahlawan Daerah Ende Marilonga di Wolowona, Jalan Negara Ende-Maumere (Foto: Istimewa)

Ende, Vox NTT-Untuk mengingat perjuangan Pahlawan Daerah Ende yakni Marilonga, Pemerintah Kabupaten Ende akan mengadakan event pada tahun 2018 nanti.

Event ini digelar sebagai bentuk kebanggaan terhadap pahlawan Marilonga terutama masyarakat Kecamatan Detukeli.

Marilonga adalah pahlawan daerah Ende yang berasal dari Detukeli. Ia lahir di Watu Nggere yang merupakan wilayah persekutuan adat Nida.

Dalam dialog interaktif di perkampungan adat Nida pada Selasa (31/10/2017), masyarakat mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Ende membuat sebuah event untuk mengingat semangat juang Marilonga dalam melawan penjajahan Belanda.

Event dimaksud sebagai roh untuk membangkitkan semangat bagi generasi penerus Ende-Lio.

“Memang ada nama jalan Marilonga, lapangan bola (stadion) Marilonga. Tapi kami minta supaya semangat Marilonga harus tetap dijaga dan dipertahankan,”kata Eugenesius Kota usai dialog interaktif yang dihadiri Bupati Marselinus YW Petu dan Wakil Bupati Djafar Ahmad.

Sementara tokoh muda, Vinsen Sangu mendesak Pemerintah agar Marilonga didorong menjadi Pahlawan Nasional.

Sebab, menurut Vinsen, Marilonga dengan semangat dan daya juangnya telah mengusir penjajahan dari wilayah Ende.

“Saya mendesak pemerintah agar mendorong Marilonga sebagai Pahlawan Nasional karena Marilonga dalam perjuangan untuk mengusir penjajahan,”kata Vinsen diakhir dialog.

Menanggapi itu, Wakil Bupati Ende menegaskan akan dibuat event mengenang Pahlawan Daerah Marilonga.

Event akan dikemas semacam Parade Kebangsaan yang digelar pada 1 Juni setiap tahun.

“Jadi, kita akan buat event setiap tanggal 10 November pada hari Pahlawan. Tahun ini mungkin tidak, tapi tahun depan kita akan memulai,”kata Wabup Djafar.

Menyambung hal dimaksud, Bupati Marselinus menyatakan Tahun 2018 akan launching event pahlawan daerah Marilonga.

“Saya sangat setuju ini dan saya nyatakan tanggal 10 November 2018, kita akan launching event Marilonga,”katanya disambut tepukan tangan masyarakat Detukeli.

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba