Anak-anak Komunitas Baca Scalabrinian yang mengikuti lomba. (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)

Maumere, Vox NTT- Biara Scalabrinian Maumere mengadakan lomba antar komunitas baca.

Dalam lomba yang diadakan pada Minggu (5/11/2017) di Aula Scalabrinian di Bangkinang, Maumere tersebut 400-an anak mengadu kehebatan dalam menarikan tarian moderen, bernyanyi secara kelompok, kuis Kitab Suci dan menceriterakan kembali isi buku bacaan.

Lomba diikuti oleh anak-anak dari 13 Komunitas Baca Scalabrinian (KBS).

Mereka datang dari sejumlah daerah yakni Nangahure, Nangarasong, Waturia, Kota Uneng, Wolonbetan, Wolonmaget, Wolomarang, Misir, Wairhubing, Sentrum, Nangalimang, Hoba, dan Key.

Pembina Scalabrinian Maumere, Pastor Ansensius Guntur, SC menerangkan pilihan mata acara lomba disesuaikan dengan aktifitas mingguan di setiap komunitas baca.

Tujuannya adalah demi meningkatkan minat baca di kalangan anak-anak dan pengembangkan bakat anak.

“Kami sangat peduli terhadap perkembangan anak di Sikka. Kami mencoba mengembangkan komunitas baca dan setiap 3 bulan mengadakan lomba untuk mendorong anak-anak lebih giat membaca dan juga melatih mental serta membantu mereka bersosialisasi dengan anak-anak lain,” terang pria yang akrab disapa Pater Yance tersebut kepada VoxNtt.com di sela-sela kegiatan.

Kurang lebih setahun terakhir para frater dari komunitas calon imam tersebut bergiat bersama anak-anak.

Mereka membentuk komunitas baca dan langsung terlibat mendampingi anak-anak.

Aktivitas membaca dan bercerita dilakukan setiap hari Minggu.

Tidak hanya itu, mereka juga membimbing anak-anak untuk bernyanyi, menari dan bermain musik serta beraneka ragam kegiatan lainnya.

Mereka dibantu oleh sejumlah relawan pada masing-masing komunitas.

Akan tetapi, khusus untuk aktivitas baca, Pater Yance mengaku pihaknya masih kekurangan buku.

Sebagai jalan keluar buku tidak ditempatkan di komunitas tetapi dibawa oleh para frater setiap Minggu.

Dengan cara itu semua kelompok memiliki akses yang sama terhadap buku.

Sementara itu, Vina Kein, salah satu guru pada SDK Nangarasong yang turut hadir mengapresiasi upaya Scalabrinian membentuk komunitas baca.

Menurutnya, sejak hadirnya KBS, mental anak-anak didiknya menjadi lebih baik.

“Mental dan keberanian mereka ditempa. Mereka jadi lebih aktif juga di kelas,” terangnya.

Juara 1 kuis Kitab Suci diraih oleh Rayon Utara, juara 2 oleh Rayon Timur dan juara 3 oleh Rayon Barat.

Komunitas Nangahure meraih juara 1 untuk kategori vocal group atau nyanyi beregu, disusul oleh komunitas Wolomaget dan Waturia.

Untuk kategori tarian moderen, Waturia tampil sebagai juara disusul Nangalimang dan Sentrum.

Sementara itu pada kategori menceritakan ulang isi buku, juara 1 diraih oleh komunitas baca Nangalimang, diikuti komunitas Wairhubing dan komunitas Sentrum.

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

alterntif text