Danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Flores, NTT (Foto: Istimewa)

Ende, Vox NTT-Puluhan pelaku pariwisata Danau Kelimutu Ende menolak pembangunan yang bersifat semenisasi.

Mereka menilai, pembangunan tersebut merusak lingkungan alam kawasan Danau Kelimutu.

Koordinator pelaku pariwisata Danau Kelimutu Hans Bata Sam menyatakan, sejumlah pembangunan yang menggunakan beton sangat menganggu pemandangan wisatawan.

“Kami hanya minta satu, hentikan pembangunan yang bersifat semenisasi di kawasan Danau Kelimutu,” katanya di Balai Taman Nasional Kelimutu, Jalan El Tari Ende, Senin (13/11/2017).

“Kami sangat mencintai Kelimutu dan sekali lagi kami minta hentikan,” tambah dia.

Ia membeberkan sejumlah proyek yang terjadi di kawasan Danau Kelimutu. Mulai proyek anjungan, jalan setapak, tembok penyokong hingga papan informasi.

Semua proyek tersebut, jelas dia, menggunakan material bersifat semenisasi.

Hans mengatakan, sekitar lima titik pembangunan secara bersama. Menurut dia, kegiatan tersebut sangat merusak keindahan danau tiga warna Kelimutu.

Para pelaku pariwisata menginginkan Danau Kelimutu yang natural.

“Biarkan (Kelimutu) berjalan alami. Jangan sentuh dengan pembangunan semenisasi,” katanya.

Kepala Seksi Wilayah I Taman Nasional Kelimutu (TNK) Benediktus Rio Wibawanto mengatakan usulan pelaku pariwisata akan disampaikan kepada Kepala Balai TNK Persada Agussetia Sitepu.

“Saya akan sampaikan Kepala Balai. Saya minta teman-teman bertahan karena pak Kepala yang bertugas luar,” kata Rio.
Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

alterntif text