Ilustrasi pupuk

Borong, Vox NTT-Memasuki musim tanam, petani di berbagai wilayah di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk.

Sulitnya mendapatkan pupuk itu disebabkan karena penyalurannya harus melalui kelompok tani.

Polus Taus, warga Rai Desa Melo, Kecamatan Poco Ranaka kepada VoxNtt.com, Selasa (02/01/2018), mengatakan bulan Desember 2017 dan Januari 2018 ini para petani memasuki musim tanam padi.

Namun, dirinya mengeluh sulitnya mendapatkan pupuk untuk padi yang sudah ditanam.

“Ada yang sudah tanam, tetapi belum diberi pupuk. Ada juga yang sedang proses tanam, masih berusaha mencari pupuk. Kasian padi yang sudah ditanam. Hasilnya pasti tifak maksimal kalau tidak diberi pupuk,” ungkap Polus.

Kata dia, ada pun pupuk yang beredar, tetapi persediaanya terbatas. Selain itu, harganya juga mahal.

“Bayangkan harga satu pasang pupuk urea dan SP 375 ribu. Harganya bervariasi. Sementara aslinya kalau kita beli di distributor bisa dapat 300 ribu,” kata Polus.

Ditemui terpisah, Herman Akim petani Compang Laho- Poco Ranaka juga mengeluhkan hal serupa.

“Musim tanam kali ini kami sulit sekali dapat pupuk. Ada yang sudah tanam padi di bulan 12 kemarin, sampai hari ini belum diberi pupuk,” ungkap Herman.

Dia juga mengeluhkan harga jual pupuk yang bervariasi dan sangat mahal.

“Harganya beda-beda. Mungkin bisa pemerintah melalui dinas terkait menertibkan dan mengawasi penjualan pupuk oleh agen-agen tertentu. Baik yang legal maupun ilegal. Banyak yang ilegal itu harganya lebih mahal,” keluh Herman.

Hal serupa disampaikan Fan Tarsi petani asal desa Golo Ndari. Dia berharap pemerintah bisa mengatasi kendala yang dihadapi petani di Matim, khususnya pupuk.

“Pupuk ini kebutuhan pokok petani. Sehingga kendala ini perlu diketahui pemerintah agar bisa diatasi,” ungkap Fan.

Dia menambahkan pemerintah Matim diharapkan mengecek kondisi lapangan terkait kondisi yang dialami petani. Hal itu agar semua kendala dan kesulitan petani bisa diatasi.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba