Makhluk diduga tuyul dalam posisi tertidur di dalam botol (Foto: Largus Ogot)

Kupang, Vox NTT- Pada hari Kamis, (4/1/2018) lalu, Warga Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang dihebohkan dengan penemuan makhluk diduga tuyul.

Pemilik rumah, Maria Manbait, saat diwawancarai Voxntt.com, Sabtu, (6/1/2018) siang mengatakan, awal mula penangkapan makhluk diduga tuyul tersebut, saat dirinya  sementara membersihkan rumah.

BACA: Breaking News: Nyata, Makhluk Diduga Tuyul Ditangkap Warga Desa Oeltua

“Waktu itu, beta (Saya) sementara bersih rumah, saya lihat di atas peti, beta pikir apa ko, beta angkat di be pu laki yang sementara kerja, waktu itu katong (Kita) kasih masuk di botol, beta bilang jangan dulu naik di facebook, kita lihat dulu, katong mau bawah ke orang pintar untuk kasih tahu apa benar ini tuyul ko sonde, dong foto-foto naik di facebook na, mereka langsung taruh di dalam botol,” katanya.

Pada saat ditangkap, kata dia, nadi diduga tuyul tersebut masih berdenyut dan tubuhnya terasa lembek.

“Iya, memang minggu lalu beta pung uang hilang berjumlah 200.000 , beta yakin uang itu tuyul yang ambil di katong punya kamar, hari Kamis lalu, hilang 100.000 dan hari sabtu lalu juga 100.000, beta tangkap di kamar,” ungkapnya.

Sementara itu keluarga dari pemilik rumah yang tidak disebutkan namanya mengatakan, dirinya yakin bahwa yang ditangkap itu benaran tuyul. Pasalnya kakinya selalu berubah-ubah.

“Dia kurus, kita lihat kakinya bergerak, lipat kaki, baru kasih lurus, sebentar mulutnya terbuka setelah itu tertutup kembali dan kepalanya berubah-ubah, modelnya sebentar dia miring, sebentar dia agak bulat begitu, kami yakin itu tuyul, karena di dalam botol dia sudah kecil,” ujarnya.

Menurut dia, hingga tuyul itu ditangkap belum diketahui apakah tuyul itu berasal dari tempat di sekitar  atau dari luar.

“Kita tidak tahu, apakah itu tuyul dari sini atau dari luar, namanya juga setan,” tuturnya.

Untuk diketahui tuyul tersebut sudah dimusnahkan oleh warga setempat melalui ritual adat. 

Penulis  : Tarsi Salmon

Editor    :  Boni Jehadin