Saat orangtua siswa SDI Wae Paci di Kantor Dinas PK Matim (Foto: Nansianus Taris/VoN)

Borong, Vox NTT-Mantan kepala sekolah Dasar Inpres (SDI) Wae Paci Kecamatan Lamba Leda, Mateus Nabu dikabarkan kembali mengajar di sekolah itu.

Kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Matim itu ditolak orangtua murid.

Penolakan itu lantaran Mantan Kepsek Mateus masih tersangkut persoalan dugaan Pungli dan penggelapan Dana Bantuan PIP di SDI Wae Paci.

Koordinator orangtua murid SDI Wae Paci, Beni Djau kepada VoxNtt.com melalui telepon, Senin (08/01/2018), mengatakan mantan Kepsek SDI Wae Paci, Mateus Nabu kembali mendatangi sekolah untuk mengajar.

Kata dia, melihat kehadiran Mateus, pihak orangtua murid tidak menerima dan langsung ke sekolah.

“Kami langsung minta sekolah diberhentikan sementara. Kami tidak terima manusia itu hadir kembali di sekolah ini,” tegas Beni.

Kata Beni, persoalan dana Pungli dan PIP di Wae Paci masih belum tuntas.

“Ada apa ini? Ko dinas permainkan kami masyarakat. Kami tidak terima sebelum tuntutan kami direalisasi. Dana PIP yang diduga ia gelapkan harus dikembalikan,” ujar Beni.

Dia menambahkan, pihak orangtua murid akan terus bersih keras untuk menolak kehadiran Markus di sekolah itu.

“Kami tidak mau terima pemimpin yang bermental korup seperti dia,” katanya.

“Jika dinas tetap mengeluarkan SK Mateus Nabu untuk mengajar di sini, kami siap melawan kebijakan itu. Jika ada sesuatu yang tidak diinginkan di sini, apakah dinas siap bertanggung jawab,” tanya Beni.

Oleh karena itu, dia mendesak Dinas PK dan BKD Matim untuk tidak mengeluarkan SK Mateus Nabu dari SDI Wae Paci.

“Jika itu tidak direspon baik, kami akan serbu dinas. Semua orang tua murid akan turun ke dinas,” tutup Beni.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

alterntif text