Sebuah lubang menganga, tepat di samping belakang rumah jabatan wakil bupati TTS yang tak dihuni. (Foto: Paul Resi)

 

Soe, Vox NTT- Wakil Bupati (Wabup) TTS, Drs. Obed Naitboho hanya menempati rumah jabatan (Rujab) Wabup selama lima bulan, terhitung Mei hingga Oktober 2014. Selanjutnya Wabup memilih tinggal di rumah pribadinya di Oenasi, Kelurahan Nonohois, Kota Soe.

Wabup Obed meninggalkan rumah jabatan wakil bupati karena rumah tersebut amat tidak terurus.

Menurut pengakuan Staf Pengurus Barang Inventaris Rumah Jabatan Wakil Bupati, Edi Oematan yang ditemui media di rujab Wabup TTS, Selasa (9/01/2018), Wabup Obed memilih tinggal di rumah pribadinya karena Rujab sudah tidak layak untuk ditempati.

Menurutnya Rujab Wabup mengalami kerusakan yang cukup banyak, di antaranya dinding, tembok yang sudah banyak retak dan tidak ada upaya perbaikan dari pemerintah daerah.

Bukan hanya itu, cat pada dinding sudah memudar serta sudah banyak lumut, pada dinding bagian belakang terdapat keretakan yang cukup serius serta di sebelah dinding tersebut terdapat lubang yang menganga, akibat dari tidak terurusnya rumah tersebut.

Baca: Tanpa Alasan, Romo Petrus Larang Dua Guru di SDK Yaswari Noetoko Untuk Mengajar

“Sebagian temboknya banyak yang retak, pada bagian belakang rumah dindingnya sudah retak dan ada lubang yang menganga di dekat dinding tembok bagian belakang rumah tinggal pa Wakil,” jelas Edi.

Lanjut Edi, baru-baru ini memang dilakukan rehab besar pada bangunan rumah untuk tamu, sementara pada rumah tinggal wabup tidak dilakukan rehab.

Hal ini yang menyebabkan Wabup Obed tidak lagi menempati Rujab tersebut dan memilih tinggal di rumah pribadinya di Oenasi, Kelurahan Nonohonis, Kota Soe.

Pantauan VoxNtt.com, sebagian besar tembok bangunan tersebut tertempel lumut. Pagar tembok pun sama, kotor dan belumut. Pintu besi sudah berkarat dan sudah patah. Plafon juga sudah ada beberapa yang jatuh.

Sementara lantai ubin sudah banyak pecah serta terangkat. Namun demikian di rumah tersebut terdapat lima orang petugas atau staf PNS dan seorang tenaga kontrak setiap harinya stand by menjaga dan membersihkan rujab tersebut.

Edi Oematan mengaku, tidak mengetahui ada atau tidaknya anggaran untuk pemeliharaan rumah tersebut.

“Tidak tau pasti pa, apakah ada anggaran pemeliharaan atau rehab atau tidak, karena tupoksi saya hanya sebagai pelaksana untuk mengurus rujab ini,” jelas Edi yang didampingi Merda Timo, serta seorang staf PNS yang sedang mencabut rumput di pelataran Rujab tersebut.

Penulis: Paul Resi

Editor: Boni Jehadin