Jembatan di dekat pekuburan Tumbak, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ambruk sekitar tahun 2016 lalu (Foto: Pos Kupang)

Ruteng, Vox NTT-  Jembatan di dekat pekuburan Tumbak, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ambruk sekitar tahun 2016 lalu.

Jembatan yang menghubungkan jalan strategis nasional di pantai utara (pantura) Matim itu sangat vital bagi masyarakat.

Kendati vital, namun hingga kini tampak dibiarkan tanpa ada perbaikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui balai perwakilan NTT di Kupang.

Padahal, sudah dua tahun jembatan di dekat pekuburan Tumbak ambruk setelah hujan lebat melanda wilayah itu.

Politisi NasDem Matim, Bernadus Daguk membenarkan jembatan berukuran 7×10 meter tersebut hingga belum diperbaiki.

Akibatnya, akses transportasi di atas ruas strategis nasional tersebut terganggu. Kendaraan terpaksa harus ekstra hati-hati saat melintasi di jalan yang dibuat warga sisi jembatan.

Nadus mengaku, warga pengguna ruas jalan pantura Reo-Buntal sangat mengharapkan agar jembatan tersebut segera diperbaiki di tahun 2018 ini.

“Rafael Hame, warga Kampung Mbijar, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda  meminta agar tahun 2018 ini jembatan di dekat pekuburan Tumbak segera diperbaiki,” katanya kepada VoxNtt.com, Senin sore (12/02/2018).

Anggota DPRD Matim, Ustad Jemain juga mengaku hingga kini jembatan di dekat pekuburan warga Kampung Tumbak belum diperbaiki.

Tak hanya jembatan kata dia, tebing sisi jalan juga terkikis akibat banjir.

Dikatakannya, jalur pantura tersebut sangat dibutuhkan masyarakat pengguna jalan.

 

Penulis: Adrianus Aba