Marianus Sae (Foto: Istimewa)

Labuan Bajo, Vox NTT-OTT hingga penetapan sebagai tersangka mengejutkan pendukung  dan relawan Marianus Sae di Kabupaten Mangggarai Barat.

Tidak sedikit yang kecewa dan memutuskan golput pada pilgub NTT mendatang.

Sebagai contoh, Angga (31), relawan Marianus Sae wilayah Macang Pacar mengaku kecewa dengan OTT yang dialami calon gubernur NTT usungan PDI Perjuangan dan PKB itu.

Baginya, tidak ada calon gubernur lain yang sepadan dengan Bupati Ngada tersebut.

“Saya baru tahu kasusnya Pak Marianus dari teman pada senin pagi saat sudah tiba di Labuan Bajo karena baru bisa aktif hp”, tutur pria yang mengaku bekerja dengan tulus hati untuk MS, Selasa (13/02).

Saking cintanya, Angga mengaku akan golput pada pilgub NTT mendatang. Sebab baginya, tidak ada figur yang sepadan dengan MS.

Kekecewaan yang sama juga dilontarkan Rofinus Din, pengurus anak cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Menurutnya, Marianus Sae merupakan figur potensial yang bakal membawa perubahan untuk NTT.

“Meski cinta Marianus Sae, kami juga tetap hormati langkah KPK dalam memberantas korupsi di NTT. Dia akan selalu di hati pendukungnya”, tutur Din ditemui di kediamannya di Roe, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Senin (12/02).

Lontaran kesedihan,kekecewaan, dan disertai pernyataan golput  juga memenuhi dinding media sosial facebook di Manggarai Barat.

“Tak tegah mendengar berita tentangmu MS. Ingin rasanya memindahkan alamat KTP sebelum Pilgub NTT berlangsung.- hilang semangat” tulis sebuah akun facebook bernama Ito Pance.

Saat dihubungi melalui sambungan telpon, pemilik akun itu mengaku sangat kecewa dengan OTT Marianus Sae yang adalah jagoannya dalam pilgub NTT 2018.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana dan Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe melihat fenomena ini sebagai bentuk fanatisme dalam berpolitik yang berlebihan.

“Masyarakat NTT yang menyatakan golput atau memaksakan untuk tetap memilih Marianus Sae pada pilgub NTT mendatang padahal dia sudah jelas menjadi tersangka dan ditahan KPK, merupakan suatu bentuk fanatisme yang berlebihan”, tegasnya melalui sambungan telepon genggam, Selasa (13/02).

Saya kira, warga NTT wajib mengetahui setiap rekam jejak para kandidat yang akan bertarung dalam pilgub NTT mendatang. Bukan sekedar dukung-mendukung, karena hal itu menentukan masa depan NTT 5 tahun ke depannya.

Penulis: Feliks Armin

Editor: Irvan K

alterntif text