Pasangan Marsel-Djafar nomor urut 2 disambut masyarakat Kojanana, Ndori saat kegiatan blusukan (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Ende, Vox NTT-Calon bupati Kabupaten Ende, NTT, Marselinus Y.W.Petu bercerita riwayat ia mendapatkan anggaran sebesar 16 Miliar untuk pembangunan rumah sakit Pratama tipe D di Desa Tanali, Kecamatan Wewaria.

Cerita ini disampaikan Marsel saat kampanye ideologis di Kecamatan Wewaria, Jumat (2/3/2018).

Awalnya, Bupati Ende yang sedang menjalani cuti ini, menerima sejumlah saran masyarakat untuk membangun sebuah rumah sakit di wilayah utara. Rumah sakit itu bertujuan untuk melayani masyarakat empat kecamatan yakni Kotabaru, Maurole, Wewaria dan Kecamatan Maukaro.

Impian untuk membangun rumah sakit pun terkabul setelah calon bupati incumbent ini melakukan lobi dengan pejabat pusat di ruang transit Bandara Internasional El Tari, Kupang.

Cerita Marsel, bahwa hasil diskusi selama 10 menit, Kabupaten Ende mendapatkan dana sebesar 16 Miliar.

“Bicara sepuluh menit itu memang tidak gampang. Sangat tidak mudah mendapatkan uang sebanyak itu,” ucap Marsel, Jumat sore.

Mantan ketua DPRD Ende ini mengakui, riwayatnya sebagai bupati untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat perlu ada jejaringan yang luas dan kuat. Itu pun semua karena seorang bupati yang melekat sebagai politisi murni yang dibina dan dididik di partai.

“Kalau bukan politisi, bukan kader partai terus jaringan apa yang dibangun. Perlu waktu lagi untuk membentuk jaringan, sementara masyarakat membutuhkan sekarang,” kata ketua Golkar Ende ini.

“Saya, ya benar bahwa saya adalah seorang politisi dari Golkar. Ada jaringan saya ke Golkar sana. Maka kita pembangunan ada dan jelas,” kata dia lagi.

Ia menjelaskan, pembangunan rumah sakit Pratama di Wewaria akan diselesaikan pada tahun ini. Bulan Oktober nanti, direncanakan akan diresmikan.

Sementara terkait tenaga kerja, sebut Marsel, akan ditempatkan tenaga-tenaga kesehatan non PNS. Diharapkan agar para tenaga kesehatan tetap menjaga mutu pelayanan.

“Nanti kita bandingkan, pelayanan rumah sakit di Ende oleh PNS dan non PNS. Akan kita evaluasi nanti,” katanya.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

alterntif text