Paket Merpati saat menggelar kampanye dialogis di aula paroki St. Petrus Colol (Foto; relawan Merpati)

Borong, Vox NTT-Calon Bupati Manggarai Timur, Marselis Karong Sarimin terus gencar melakukan kampanye di berbagai titik sentral di Kabupaten itu.

Senin (12/03/2018), Marselis yang maju bersama Paskalis Sirajudin dengan tagline Merpati, mengadakan kampanye dialogis di Colol, Desa Uluwae, Kecamatan Pocoranaka Timur.

Di hadapan masyarakat Colol, Marselis menawarkan gagasan Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) yang merupakan salah satu program unggulan paket Merpati.

Program ini dinilainya mampu menyelesaikan masalah hutan yang hingga kini belum mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

“Program ini sangat tepat diterapkan di kecamatan Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur,” ungkap Marselis Sarimin.

Calon yang mendapat nomor urut dua tersebut menjelaskan skema PHBM dapat menjawabi masalah agar pemerintah tidak kembali mengeluarkan kebijakan  yang salah seperti 15 tahun silam.

Dia menambahkan program PHBM harus didasarkan akses yang legal dan pasti bagi masyarakat terhadap sumberdaya hutan.

Hutan Kemasyarakatan, kata Marselis, adalah satu kesatuan hamparan kawasan hutan yang dapat dikelola oleh kelompok atau gabungan kelompok masyarakat setempat secara lestari.

“Penyelenggaraan Hutan Kemasyarakatan dimaksudkan untuk pengembangan kapasitas dan pemberian akses terhadap masyarakat setempat dalam mengelola hutan secara lestari guna menjamin ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat untuk memecahkan persoalan ekonomi dan social yang terjadi di masyarakat,” jelasnya.

Marselis menambahkan program ini sejatinya sudah dilakukan di beberapa tempat di NTT, namun untuk Manggarai Timur belum sepenuhnya diperhatikan pemerintah.

Padahal program dari kementrian kehutanan ini dapat mengurangi pengangguran dan menurunkan angka kemiskinan di desa.

Program ini, lanjut Marselis sangat cocok untuk kawasan Colol karena kehidupannya sangat tergantung dari hutan dan sudah secara turun temurun memanfaatkan perkebunan untuk lahan kopi.

“Kami  akan memfasilitasi keinginan masyarakat setempat untuk mengelolah hutan lestari sesuai dengan fungsinya,”katanya.

Penulis: Taris

Editor: Irvan K