Zakarias Sarong, Kadis Nakertrans Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)

Borong, Vox NTT-Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Manggarai Timur (Nakertrans Matim), Zakarias Sarong merespon pemberitaan terkait pegawainya yang malah asyik bermain game play station saat jam kerja. 

“Kalau memang ada yang seperti itu, ta nana (panggilan akrab untuk anak laki-laki ala Manggarai) saya kira biasalah manusia eh,” ujar Kadis Sarong saat dimintai komentarnya melalui telepon, Selasa (10/04/2018).

Sebelumnya memang, sejumlah pegawai di Dinas Nakertrans Matim dibuntuti para awak media sedang bermain game play station saat jam kerja.

Kejadian bermula saat beberapa awak media di Matim mendatangi kantor Dinas Nakertrans kabupaten itu, Senin (09/04/2018) sekitar pukul 15.10 Wita.

Para awak media datang untuk mengonfirmasi terkait tiga tenaga kerja wanita (TKW) asal Matim yang gagal diberangkatkan di Bandara Komodo, Manggarai Barat pada 5 April lalu.

Anehnya, memasuki kantor dinas yang berlokasi di Lehong Borong itu, tidak ada satu pun pegawai yang merespon kedatangan beberapa awak media.

Meski beberapa awak media menyapa para pegawai Dinas Nakertrans Matim sebanyak tiga kali. Namun mereka tampak cuek tak merespon.

Baca: Bungkam dengan Wartawan, Pegawai di Nakertrans Matim Malah Asyik Main Game

Tampak ada pegawai yang sedang duduk dan melihat kedatangan sejumlah awak media, namun mereka tampak tidak peduli.

Karena tidak kunjung direspon, sejumlah awak media pun masuk dan menunggu di depan meja khusus untuk tamu.

Di situ, awak media mencoba menyapa pegawai yang ada di dinas itu, namun lagi-lagi tidak menggubris.

Lantaran tak direspon, para awak media pun berdiri dan menunggu respon dari pegawai-pegawai itu.

Ada pegawai yang melirik, tetapi tidak merespon sapaan awak media.  Bahkan, terpantau ada sebagian dari pegawai di dinas itu lagi asyik bermain game play station. Padahal masih jam kerja.

Dari luar ruangan dengan jelas awak media mendengar bunyi permainan yang biasa ada di dalam computer atau laptop itu.

Terlihat mereka berkerumun di satu tempat. Ada yang duduk dan ada yang berdiri.

Setelah beberapa menit menunggu dan tidak kunjung direspon pegawai-pegawai Nakertrans itu, crew media akhirnya memutuskan keluar dan pulang dari ruangan.

Namun demikian, Kadis Sarong menegaskan, para awak media datang ke kantornya tidak menanyakan ke para pegawai ingin bertemu dengan siapa.

“Saya sudah tanya mereka tadi di sini. Katanya, mereka (para wartawan) memang masuk kemarin. Tetapi mereka tidak tanya kami mau ketemu siapa. Begitu,” jelas Kadis Sarong.

“Jadi begini, lain kalau datang ketemu satu orang, tanya, mau klarifikasi. Kebetulan kemarin petugas yang merekomen itu ada. Saya tanya dia, eh memang kemarin pak saya sempat lihat mereka. He’e. Itu. Tetapi tidak bicara dengan saya kemarin. Begitu,” tambahnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

alterntif text