Mahasiswa KKN Undana Saat Diterima Wabup Belu, J.T Ose Luan. (Foto:Marcel/Vox NTT)

Atambua,Vox NTT- Sebanyak 175 Mahasiswa dari Univetsitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang melakukan Kuliah Kerja Nayata (KKN) selama dua bulan di kabupaten Belu, perbatasan RI-RDTL.

Dalam acara penerimaan di aula lantai satu Kantor Bupati Belu pada Senin (9/4/2018), Wakil Bupati J.T Ose Luan meminta  apartur dan masyarakat di Belu untuk memperlakukan mahasiswa KKN di Belu selayaknya seorang sahabat, sebagai saudara bahkan anak sendiri.

“Sekarang yang anda terima ini anda punya anak. Jadi jangan perlakukan mereka seperti orang lain,” tegas wabup Luan dalam sambutannya.

Wabup Ose menjelaskan, hal tersebut dilakukan agar ketika mahasiswa dari Belu pergi ke tempat lain, mereka akan diperlakukan seperti apa yang masyarakat Belu lakukan.

“Tampilkanlah sifat keorangtuaanmu dan ajaklah seluruh komponen di desa masing – masing untuk memperlakukan mereka sebagai saudaranya,” ajak Ose Luan.

Dikatakan bahwa keberadaan mahasiswa KKN di Belu juga untuk membantu membenahi administrasi ataupun tematik yang menjadi tujuan mereka ber-KKN. Karena itu, mereka harus didampingi secara baik.

“Bila ada hal-hal yang terjadi di daerah sana, tampilah sebagai orang tua untuk menyelesaikan bukan untuk menggugat,” kata Wabup Belu.

Mengakhiri arahannya, kepada 175 mahasiwa KKN, Wakil Bupati J.T Ose Luan menyampaikan ucapan selamat mengenal dan menyesuaikan diri dengan Kabupaten Belu sebagai daerah perbatasan negara RI-RDTL.

Terpisah, Viktor Ballo, dosen pendamping rombongan KKN di Belu menyampaikan ucapan terima kasih atas ketersediaan pemerintah daerah dalam menerima rombongan mahasiswa UNDANA yang akan melaksanakan KKN di Belu.

Viktor menjelaskan, selama dua bulan berada di Belu, Mahasiswa KKN akan mengadakan berbagai kegiatan di tempat masing-masing, baik secara individu maupun berkelompok.

Untuk diketahui, para mahasiswa KKN akan ditempatkan di Kecamatan Tasifeto Timur, Tasifeto Barat, dan Kakuluk Mesak yang terdiri dari desa Sadi, Manleten, Umaklaran, Tulakadi, Silawan, Naitimu, Naekasa, Bakustulama, Rinbesihat, Kenebibi, Jenilu, Fatuketi, dan Desa Kabuna. 5

“Semoga semua bisa berjalan dengan baik agar dapat meninggalkan hal yang berguna di Belu,” harap Viktor.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Boni J

 

 

alterntif text