Landelinus Meta Kono (Kiri mengenakan kemeja lengan panjang) selaku sponsor kegiatan saat menyerahkan piala bergilir kepada Kapten Tim Bijeli FC (Foto: Eman Tabean/ Vox NTT)

Kefamenanu,Vox NTT- Pertandingan final Turnamen King Miomafo Cup di lapangan umum Desa Bijaepasu, Kecamatan Miomafo Tengah, Kabupaten TTU pada Minggu, 13 Mei 2018, berlangsung seru dan menarik.

Kesebelasan tuan rumah Bijaepasu FC akhirnya harus tekuk dengan skor 2-1 atas Bijeli FC, tim sepak bola asal Desa Bijeli, Kecamatan Noemuti.

Kemenangan tersebut juga mengantarkan tim asuhan Ady Kou tersebut untuk meraih juara dalam turnamen.

Pantauan VoxNtt.com, ratusan penonton yang menyaksikan pertandingan yang dipimpin oleh Vitalis Lake tersebut tampak cukup tegang.

Kedua tim sejak awal pertandingan langsung bermain menyerang dengan beberapa peluang nyaris membuahkan gol.

Tim tuan rumah sempat memimpin pertandingan dengan gol yang dicetak oleh Roy di menit ke-28.

Pemain bernomor punggung 7 itu sukses memanfaatkan umpan silang rekannya Rio, pemain dengan nomor punggung 19.

Namun sayangnya keunggulan tim tuan rumah tidak berlangsung lama.

Pada menit ke 51, tim Bijeli FC berhasil menyamakan kedudukan berkat eksekusi tendangan bebas dari  pemain bernomor punggung 10. Derasnya tendangan membuat penjaga gawang Bijaepasu FC gagal menghalau bola.

Gol penentu kemenangan Bijeli FC dilesakkan oleh Apri pada menit ke 71. Apri manfaatkan bola rebound akibat kesalahan dari kiper pengganti Bijaepasu FC. Penjaga gawang pengganti tidak menepis bola tendangan bebas dari pemain Bijeli FC.

Berkat kemenangan tersebut, tim Bijeli FC berhak membawa pulang piala bergilir dan satu piala tetap, serta uang pembinaan senilai Rp 3 juta.

Hadiah tersebut langsung diserahkan oleh Landelinus Meta Kono selaku sponsor turnamen usai pertandingan.

Landelinus Meta Kono saat diwawancarai VoxNtt.com mengaku, setelah melihat pertandingan tersebut  ternyata banyak kaum muda TTU yang mempunyai talenta di bidang sepak bola.

Sayangnya, lanjut Kono, akibat minimnya turnamen digelar talenta tersebut akhirnya terus terpendam tanpa bisa disalurkan.

“Kalau melihat dari pertandingan yang sudah digelar ini, saya berkesimpulan kalau kita juga punya banyak pemuda yang memiliki talenta di bidang sepak bola yang tidak kalah dengan daerah lain. Hanya belum dimaksimalkan saja,” tutur sosok yang juga akan ikut bertarung dalam Pileg 2019 tersebut.

Kono menambahkan, guna terus menggali bakat pesepak bola di Kabupaten TTU dia sudah berencana untuk menggelar turnamen yang sejenis di wilayah Insana, Biboki dan Bikomi.

Setelah seluruh turnamen tersebut digelar, tuturnya, akan dilanjutkan dengan turnamen King Biinmafo Cup.

“Mudah-mudahan dalam tahun ini kita sudah mulai gelar baik itu di Insana ,Biboki dan Bikomi. Nanti setelah itu baru digelar turnamen yang lebih besar di tingkat kabupaten yang kita sebut turnamen King Biinmafo cup,” tandas putra asli desa Bijaepasu yang sudah puluhan tahun merantau di Jakarta tersebut.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba