Ketua GMNI Cabang Nagekeo Frederikus Fardin Rewa sedang melakukan orasi megecama kebiadaban terorisme di Lapangan Berdikari Danga. Gambar diambil Selasa malam (15/05/2018) (Foto: Arkadius Togo/ Vox NTT)

Mbay, Vox NTT- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Nagekeo mengecam keras tindakan pengeboman tiga gereja dan di depan Mako Polresta Surabaya-Jawa Timur, serta di Mako Brimob Depok-Jawa Barat belum lama ini.

Kecaman kebiadaban teroris tersebut disampaikan GMNI dalam aksi damai di Lapangan Berdikari Danga, Kecamatan Nagekeo, Selasa malam (15/05/2018).

Ketua GMNI Cabang Nagekeo, Frederikus Fardin Rewa Bay dalam orasinya  menyatakan, pihaknya tidak takut dengan teroris.

Baca Juga: GMNI Nagekeo Kecam Aksi Pengeboman di Surabaya

Dia bahkan mengajak masyarakat agar melawan segala bentuk aksi terorisme yang saat ini sedang menggrogoti bangsa Indonesia.

Dalam orasinya pula, Fardin menjelaskan, belakangan ini terorisme dan radikalisme menciptakan dampak buruk dan mengganggu psikologis seluruh rakyat Indonesia.

Ulah para teroris tentu saja telah membangun sekat yang memisahkan agama satu dengan yang lainnya.

Aksi bom bunuh diri oleh para teroris pada beberapa tempat umum dan rumah ibadah sudah menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

Betapa tidak, seluruh masyarakat di pelosok tanah air sontak kaget. Hal ini berdampak pula pada terganggunya stabilitas keamanan Negara.

Baca Juga: Setelah Bom Bunuh Diri Guncang Surabaya, Nagekeo Siaga I

Sebab itu, Fardin mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar tidak takut dengan teroris.

Masyarakat bersama Polri dan TNI, kata dia, harus menyatakan sikap melawan aksi terorisme.

“Jangan kita takut pada terorisme mereka hanyalah pribadi yang tak berakhlak yang menjadikan diri mereka sebagai mesin pencabut nyawa,” tegas Fardin.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

alterntif text