Badan jalan yang kian terkikis oleh abrasi hanya dapat dilalui oleh dari kendaraan beroda empat. (Foto: Sutomo Hurint)

Larantuka, Vox NTT-Tanggul pembatas badan jalan pantai utara (Pantura) jalur Kawaliwu-Lato, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, jebol akibat abrasi.

Jebolnya tanggul badan jalan ini menimbulkan kecemasan dari masyarakat sekitar akan terputusnya akses jalan menuju ibu kota kecamatan Lewolema.

Pantauan VoxNtt.com, Rabu, (16/05/2018) siang, tanggul pembatas sebagai pelindung badan jalan yang jebol berjarak hingga 50-an meter. Tanggul pembatas badan jalan dan bongkahan bebatuan, terseret gelombang dan arus laut hingga lebih dari 10 meter dari ruas jalan.

Salah satu sisi tanggul badan jalan yang jebol. Pada tepian ini kedalaman tebing dapat mencapai belasan meter dari permukaan laut. (Foto: Sutomo Hurint)

Selain itu lapisan aspal tak lagi ditemukan di area jebolnya tanggul. Kini yang tersisa adalah lapisan tanah yang penuh debu. Badan jalan yang kian sempit karena abrasi kini hanya dapat dilalui oleh satu kendaraan beroda empat.

BACA: Baru 3 Bulan Dikerjakan, Ruas Jalan Pantura Flotim Sudah Rusak

Bernadus Koten, salah satu pengendara motor asal desa Lewobele (Lewolema) yang dijumpai VoxNtt.com saat melewati ruas jalan Kawaliwu-Lato,  mengatakan ruas jalan pada tanggul yang jebol itu suatu saat akan putus jika tidak diperbaiki.

“Kalau tidak diperbaiki maka pasti akan putus. Lihat saja, tanggulnya sudah jebol. Arus laut di sini juga besar karena langsung berhadapan dengan gelombang dari Laut Flores. Yah, kalau tidak diperbaiki maka bisa putus. Kalau putus masyarakat di sini tidak bisa ke Ibu kota kecamatan Lewolema. Kita harus putar lagi menuju desa Lato bila ke kantor camat Lewolema dan itu jauh sekali” keluh Bernadus.

Bernadus Koten, warga desa Lewobele saat memberikan keterangan kepada VoxNtt.com, Rabu (16/05/2018). (Foto: Sutomo Hurint).

Bernadus dalam wawancara singkat itu mengungkapkan kerusakan ruas jalan pantura Kawaliwu-Lato dan jebolnya tanggul pelindung badan jalan sudah berlangsung belasan tahun hingga saat ini. Walau demikian, tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.

“Pak, sudah lama sekali tanggul ini tidak diperbaiki. Kira-kira sejak masanya pak bupati Hengki Mukin jalan di jalur ini diberi aspal dan tanggul ini dibuat. Yah, sejak masa-masa itu. Jadi sudah berkisar 18-an tanggulnya jebol namun tidak diperbaiki,” jelas Bernadus.

Ruas Jalan Pantura Flotim, jalur Kawaliwu-Lato. Tanggul pelindung badan jalan yang jebol belasan tahun namun tak kunjung diperbaiki. Tanggul pelindung badan jalan yang rusak diperkirakan mencapai 50-an meter. Tampak dalam gambar badan jalan hanya dihiasi lapisan tanah berdebu. (Foto: Sutomo Hurint)

Bernadus berharap akses jalan Kawaliwu-Lato dapat diperbaiki agar memudahkan masyarakat petani sekitar untuk memasarkan hasil komiditi.

“Kita sudah lama merindukan jalan yang mulus.Jalan dari Kawaliwu-Lato mengalami kerusakan yang sangat parah. Harapannya jalanKawaliwu-Lato ini semoga dapat diperbaiki tahun ini, agar memudahkan masyarakat sekitar untuk memasarkan hasil komiditi”, ungkap Bernadus.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K