Narasumber bersama Penasehat Komunitas NgoPi dan panitia seminar (Foto: Komunitas NgoPi)

Malang, Vox NTT- Komunitas Ngobrol Pintar (NgoPi) Manggarai Malang menggelar seminar Pembangunan Pariwisata, Minggu, 27 Mei 2018.

Seminar yang berlangsung di Gedung Pusat Pertemuan Ilmiah (PPI) Universitas Merdeka Malang tersebut menghadirkan para pembicara yang mengupas tentang Pariwisata di Manggarai.

Kurang lebih 300-an mahasiswa asal Manggarai yang mengenyam pendidikan di Kota Malang, Jawa Timur hadir dalam seminar tersebut.

Dikemas dalam bentuk lonto leok (duduk melingkar dalam proses pencapaian mufakat ala Manggarai), seminar itu mengusung tema “Strategi Pengembangan Pariwisata Untuk Membangun Perekonomian Masyarakat Manggarai” (Refleksi 110 Tahun Hari Kebangkitan Nasional).

Justin Jebatur, Ketua pelaksana seminar dalam sambutannya mengatakan, pengajaran akademis itu bertujuan untuk mendorong partisipasi kaum muda Manggarai agar terlibat aktif dalam proses pembangunan melalui keilmuan yang dimiliki.

Hal senada juga dikatakan oleh Mega Jehaman, Koordinator Komunitas NgoPi Manggarai Malang.

Menurut Mega, generasi muda dalam hal ini mahasiswa harus pro-aktif dalam proses pembangunan daerah.

“Pengembangan perekoniman melalui sektor pariwisata adalah terobosan yang baru untuk mendongkrak pendapatan dalam jangka panjang,” katanya.

Hadir sebagai pembicara dalam seminar itu antara lain adalah, Praktisi Pariwisata Manggarai sekaligus Ketua PBC PHRI Kabupaten Manggarai Barat Silvester Wanggel, Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Ir. Theodorus Suardi, M.Si,dan Perwakilan Akademisi yaitu Dosen Binus Institut Of Creative Technologi Malang sekaligus Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Mahasiswa Dr. Robertus Tang Herman, S.E.,M.M.

Gagasan Narasumber

Seminar yang berlangsung selama 3 jam tersebut dipandu oleh Fendi Jehamat, mahasiswa Pascasarjana Universitas Merdeka Malang.

Dalam paparanya, Silvester selaku praktisi pariwisata Manggarai mengatakan, saat ini pariwisata adalah sektor unggulan dan harus serius dikembangkan.

Silvester menjelaskan, pengembangan pariwisata adalah usaha yang sangat strategis yang menjadi konsen atau lahan produktif bagi masyarakat sekitar.

Dia juga menekankan, usaha pariwisata harus mampu menyerap tenaga kerja lokal dengan dibekali pendidikan dan pelatihan.

Selanjutnya, Theodorus Suardi lebih menyoroti tentang pariwisata Manggarai Barat.

Theodorus mengaku, sejauh ini Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sudah konsen menangani pariwisata.

Hal ini dibuktikan dengan adanya Perda Nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Kepariwisatan Kabupaten Manggarai Barat.

Theodorus dalam paparan materinya menyatakan, pengelolaan pariwisata tidak hanya berpusat pada Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat saja.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sejauh ini sudah memberikan kewenangan kepada setiap desa untuk mengelola potensi pariwisata dengan menekankan partisipasi masyarakat. Itu terutama untuk desa yang memiliki obyek wisata.

Robertus Tang Herman dalam paparanya menitik beratkan pada penggunaan teknologi media dalam mengembangkan pariwisata.

Seiring dengan perkembangannya, kata Robertus, media digital promosi pariwisata perlu diupdate.

Selain itu perlu mendirikan ikon atau tempat yang unik setiap daerah atau kampung yang memiliki obyek wisata. Ikon itu dibuat agar wisatawan penasaran dengan long stay.

 

KR: Nano Bantrang
Editor: Ardy Abba