Pengurus PERMMABAR periode 2018/2019 saat memberikan sumpah dan janji di Aula Lantai 1 Kantor DPD RI NTT (Foto: Tarsi Salmon/ Vox NTT)

Kupang, Vox NTT- Deklarasi Persatuan Mahasiswa Manggarai Barat (PERMMABAR) Kupang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila yakni 1 Juni.

Deklarasi PERMMABAR ini sekaligus melantik badan pengurus periode 2018/2019 dan beberapa anggota pertama.

Kegiatan dengan tema “dengan semangat kekeluargaan mari satu tekad menuju PERMMABAR yang utuh, progresif dan kontributif” itu berlangsung di Aula Lantai 1 Kantor DPD RI NTT, Jumat (01/06/2018).

Turut hadir dalam deklarasi ratusan mahasiswa yang berasal dari kabupaten ujung barat Pulau Flores itu.

Apolonaris Austin Dobson, Ketua Tim Inisiator yang beranggotakan 20 orang, representasi dari 12 kecamatan di Mabar tersebut mengatakan, pembentukan PERMMABAR Kupang telah lama dirindukan.

“Organisasi ini diperjuangkan murni didasari oleh kerinduan dan semangat mahasiswa Manggarai Barat, yang merasa memiliki kesamaan nasib dan sepenanggungan sebagai mahasiswa yang merantau di Kota Kupang,” kata Apolonaris.

“PERMMABAR hadir sebagai rumah yang menyatukan seluruh mahasiswa dari Kabupaten Manggarai Barat di Kupang,” sambung dia.

Ketua Umum PERMMBAR Alexius Easton Ance dalam pidatonya mengatakan, organisasi kategorial itu hadir untuk menjawab tantangan zaman, di mana generasi bangsa mengalami dekadensi moral yang kian merosot.

PERMMABAR hadir sebagai wadah untuk membina mental dan karakter anak bangsa, khususnya mahasiswa Manggarai Barat menjadi insan yang berkepribadian dan berakhlak mulia.

Alexius menegaskan, mahasiswa harus menjadi pribadi yang mempunyai keseimbangan antara otak dan watak.

Di tengah hiruk pikuknya bangsa ini menghadapi berbagai macam tantangan yang kian menggerogot, mulai dari doktrinasi ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, penyebaran ujaran kebencian (Isu SARA) hingga aksi terorisme kian merebak, PERMMABAR hadir sebagai tempat untuk menanamkan rasa cinta tanah air atau Nasionalisme dan semangat rela berkorban atau patriotisme.

“Hal yang menjadi perhatian kita bersama ketika Pancasila yang sudah berusia 73 tahun membumi di Negara Kesatuan Republik Indonesia, ketika pemahaman nilai-nilai Pancasila mulai luntur dari kehidupan bangsa, distorsi pemahaman yang menyebabkan kekosongan ideologi di generasi muda, akibatnya ideologi radikal mudah muncul dan mengancam eksistensi Pancasila sebagai dasar Negara,” ujar Alexius.

Lanjut dia, bangsa ini sedang mangalami krisis kepemimpinan. Sebab itu, PERMMABAR hadir sebagai wadah pembinaan dan pengkaderan.

PERMMABAR bukan Event Organization. Akan tetapi PERMMABAR mempunyai visi dan misi yang sangat besar yaitu menyiapkan dan melahirkan kader-kader militan, calon pemimpin masa depan bangsa, khususnya Kabupaten Mabar.

Dia berharap, kepada seluruh anggota PERMMABAR agar menjadi garda terdepan penjaga keutuhan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Alexius berharap pula agar anggota PERMMABAR bisa berproses diri dengan baik, menciptakan hubungan saling menguntungkan atau mutualisme dengan organisasi.

“Ketika kita belajar dan berjuang mempertahankan eksistensi organisasi ini, maka niscaya organisasi ini menjadikan kita pribadi yang berguna bagi nusa dan bangsa juga masa depan yang menjanjikan,” tutup mahasiswa Unika Kupang itu.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) yang diwakili Alo Sukardan, menyambut dan mengapresiasi atas semangat juang pemuda Manggarai Barat di Kota Kupang.

“Memang sudah seharusnya generasi muda mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena bukanlah sebuah hal yang mustahil bahwasanya tongkat estafet kepemimpinan akan jatuh di orang muda pada masanya,” tandasnya.

“IKMR secara total mendukung setiap kegiatan-kegiatan organisasi PERMMABAR kedepan,” sambung Dosen Fakultas Hukum Undana itu.

 

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Adrianus Aba