BKH saat blusukan ke persawahan milik petani di Cancar, Kabupaten Manggarai (Foto: Irvan/Vox NTT)

Maumere, Vox NTT– Aktivis gerakan sosial, Laurens Ritan menilai sekian lama petani hanya menjadi objek proyek pemerintah. Mulai dari proyek pembangunan infrastruktur pertanian sampai dengan proyek pengadaan benih dan pupuk serta pestisida.

Menurutnya ada 3 perubahan besar yang akan dihasilkan bila Kartu Petani Sejahtera (KPS) dari paket calon gubernur dan wakil gubernur NTT, Benny K Harman-Benny Litelnoni (HARMONI) dilaksanakan.

Pertama, subsidi dan jaminan pasar akan mendorong petani giat berusaha.

“Persediaan pangan kita akan mencukupi kalau orang mau kembali bertani karena biaya dan beban usaha tani berkurang,” terangnya kepada VoxNtt.com belum lama ini di kediamannya di Waioti, Maumere.

Laurens Ritan saat memfasilitasi diskusi petani ketika SRKP masih aktif mengorganisir petani di 4 kecamatan di Sikka. (Foto: Dok. SRKP)

Kedua, meningkatnya kesejahteraan petani. Menurutnya selama ini petani kesulitan teknologi dan besarnya biaya produksi pertanian. Oleh karena itu, bila program ini dilaksanakan problem itu teratasi dan kesejahteraan petani meningkat.

Ketiga, ketersediaan lapangan kerja baru. Kehadiran BUMD bakal membuka lapangan kerja baru. Lorens mengusulkan agar BUMD tidak hanya membeli hasil dari kebun tetapi mengolahnya.

“Bisa bekerja sama dengan petani yang telah dilatih dengan model jaringan home industry sehingga di kemudian hari ada minyak goreng produk NTT, tepung jagung produk NTT dan lain sebaginya,” tandasnya.

Menurutnya, program KPS ini merupakan awal yang baik. Oleh karena itu petani perlu mendukung program ini.

Manfaat KPS

KPS sebagaimana disampaikan paket Harmoni memiliki enam manfaat.

Pertama, pemerintah menyediakan bantuan modal usaha paling banyak Rp.10 juta untuk keluarga miskin.

Kedua, bantuan subsudi pupuk dan bibit agar produktivitas panen meningkat.

Ketiga, agar ada keadilan harga, pemerintah bersama BUMD akan membeli produk petani sesuai harga yang layak.

Keempat, petani diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti pelatihan keterampilan bekerja melalui pengadaan Balai Latihan Kerja (BLK).

Kelima, mengadakan asuransi gagal panen. Program ini untuk membantu petani yang tanamanya diserang hama, bencana longsor, banjir bandang, puting beliung, dan lain-lain.

Keenam, menyediakan beasiswa khusus bagi anak-anak petani yang berprestasi sehingga bisa melanjutkan sekolah.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

alterntif text