Kepala BPJS Kesehatan Cabang Atambua, M.Idar Aries Munandar (mengenakan topi) saat memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten TTU (Foto: Dok. BPJS Kesehatan Kabupaten TTU)

Kefamenanu,Vox NTT- Kepala BPJS Kesehatan Cabang Atambua, M.Idar Aries Munandar turun langsung melayani masyarakat Kabupaten TTU, Rabu (04/07/2018).

Munandar hadir secara langsung untuk memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat di Kabupaten TTU mendapatkan pelayanan prima.

Dalam press release yang diterima VoxNtt.com, dijelaskan, pelayanan tersebut juga dilakukan guna menyambut HUT BPJS Kesehatan ke-50 pada 15 Juli mendatang.

Dalam aksi yang digelar di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten TTU tersebut, para senior dan jajaran direksi lainnya pun turut serta memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama di loket fast track (pelayanan cepat).

Munandar di sela-sela aktivitasnya memberikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS menjelaskan, aksi turun langsung yang dilakukan ini merupakan wujud komitmen pihaknya untuk menjaga dan dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta.

Menurut dia, kepuasan dan loyalitas peserta merupakan hal utama yang diprioritaskan.

Dia berharap dari aksi turun langsung ini dapat memacu semangat duta BPJS Kesehatan guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Para duta BPJS Kesehatan harus makin terpacu untuk berikan layanan yang prima, kualitas pelayanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” tutur Munandar.

Jumlah Peserta BPJS Kesehatan Berkembang Pesat

Munandar juga menjelaskan, pertumbuhan peserta jaminan kesehatan di Indonesia hingga saat ini terbilang cukup pesat dibandingkan negara lain yang juga menerapkan sistem jaminan sosial.

Hal tersebut lantaran hanya dalam 4 tahun, program JKN-KIS telah mengkover 80 persen dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, lanjut Munandar, negara yang juga menjalankan sistem jaminan sosial sejak lama seperti Jerman yang sudah 120 tahun baru mampu mencakup 85 persen dari total penduduknya.

Sementara Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 persen penduduknya.

“Dibandingkan negara-negara lain, pertumbuhan peserta jaminan sosial di Indonesia yang paling besar karena hanya dalam 4 tahun mampu cakup 80 persen dari total penduduk,” tuturnya.

Munandar menambahkan, jumlah peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia saat ini sudah mencapai 198,8 juta jiwa.

Ia memastikan ke depannya jumlah ini akan terus meningkat sehingga cita-cita cakupan kesehatan semesta dapat tercapai.

“Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah sehingga cita-cita Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta dapat tercapai agar seluruh penduduk Indonesia dapat terlindungi oleh JKN-KIS secara berkesinambungan,” katanya.

 

Penulis Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

alterntif text