Rektor Undana Kupang Prof. Ir. Fred L. Benu, MSi., PhD, Saat Pidato Depan Ratusan Para Wisudawan, di Aula Kampus Undana Penfui, Kamis 5 Juli 2018 (Foto : Tarsi Salmon/Vox NTT)

Kupang, Vox NTT- Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, melepas 886 wisudawan/i periode Juli 2018.

Wisuda periode kedua di tahun 2018 ini berlangsung di Aula Undana Penfui, Kamis (5/7/2018).

Rektor Undana, Prof. Ir. Fred L. Benu, M.Si, PhD, dalam pidatonya mengatakan, hari ini Undana kembali melaksanakan wisuda periode kedua tahun 2018 berjumlah 886 wisudawan.

“Sampai dengan hari ini kita sudah melakukan wisuda sebanyak 112 kali di Universitas Nusa Cendana,” kata Fred

Sejak berdirinya pada 1 September 1962, Undana kata Fred, telah meluluskan sebanyak 63. 679 mahasiswa.

“Coba bayangkan wisudawan yang berjumlah 63. 679 ini berdedikasi di berbagai bidang di kehidupan masyarakat di berbagai provinsi, baik tingkat regional NTT tersebar di seluruh kabupaten dan tingkat nasional, bahkan internasional,”ujarnya.

Fred mengatakan, Undana akan terus berupaya  untuk meningkatkan mutu pendidikan agar bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas.

“Kami akan terus meningkatkan sistem pelayanan pendidikan baik itu sistem perencanaan, penganggaran keuangan, sistem administrasi akademik mencakup registrasi, konsultasi dan yudicium secara daring atau online sistem,”tandasnya.

Dalam sistem pembelajaran, kata Fred, sudah dikembangkan sistem E-learning, dimana para dosen dan terutama mahasiswa dapat menyerap ilmu dengan mudah.

“Sistemnya relatif berjalan baik, sambil kita terus melakukan penataan dan penyempurnaan sistem yang ada,” ungkap Fred di depan ratusan para wisudawan itu.

Lanjut Fred, pihak Undana juga  bertanggungjawab membimbing para mahasiswa/i agar cerdas baik secara intelektual, emosional, spiritual, dan secara sosial.

“Kita perguruan tinggi bertanggungjawab untuk menghasilkan generasi harapan bangsa. Cerdas secara intelektual saja tidak cukup. Mereka juga harus cerdas secara emosional, spiritual dan sosial, Karena seaungguhnya, para mahasiswa/i sebagaimana para dosen, orangtua dan masyarakat membutuhkan emotional touch, spiritual touch dan sosial touch,” terangnya.

Penulis : Tarsi Salmon

Editor   : Irvan K

alterntif text