Suasana di ruang operasi katarak yang digelar di Mako Satgas Yonif 715/MTL

Kefamenanu, Vox NTT-Satgas Yonif 715/MTL menggelar operasi katarak secara gratis bagi warga yang berada di perbatasan RI-RDTL, Selasa(10/07/2018).

Kegiatan itu bertempat di markas komando yang berlokasi di Desa Eban, Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten TTU

Operasi katarak gratis terselengara berkat kerja sama antara Yonif 715/MTL dan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Permadi) NTT, serta Yayasan Mata Hati Indonesia.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, ratusan warga yang memadati Mako Satgas Yonif 715/MTL sejak pukul 07.00 Wita tersebut bukan saja berasal dari Kabupaten TTU, namun juga berasal dari Kabupaten TTS dan Malaka.

Tampak Dandim 1618/TTU, Letkol Arm.Budi Wahyono, perwakilan Pengadilan Negeri Kefamenanu, perwakilan Pengadilan Agama setempat, Kapolsek Miomafo Barat turut menghadiri kegiatan operasi katarak secara gratis yang sebagian besarnya adalah kaum wanita tersebut.

Selain operasi katarak juga digelar pemeriksaan kesehatan mata dan penyakit umum lainnya.

Rosmala Balan(52), warga Desa Bestobe, Kecamatan Tobu, Kabupaten TTS saat diwawancarai VoxNtt.com usai menjalani operasi katarak menjelaskan, penyakit mata yang dideritanya mulai terjadi sejak 4 bulan lalu.

Itu terjadi lantaran matanya tertusuk rumput gajah (kinggress) saat hendak memotong pakan untuk ternak sapi yang diperliharanya.

“Waktu itu saya punya mata ini kena tusuk kinggress waktu potong untuk kasih makan sapi, terus saya lihat mulai tidak jelas,” tutur Balan yang mengaku datang dengan ditemani oleh anaknya tersebut.

Balan pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas operasi yang dilakukan secara gratis oleh pihak Yonif 715/MTL.

Ia berharap dengan operasi yang baru dijalani, matanya dapat kembali normal sehingga bisa beraktivitas lagi seperti biasa.

“Semua gratis malah kami dapat juga obat, mudah-mudahan setelah ini mata saya bisa kembali normal lagi,” ungkapnya penuh harap.

Ketua Permadi NTT, dr.Eunike Cahya Ningsih saat diwawancarai awak media menuturkan, pemeriksaan mata dilakukan secara keseluruhan dan screening untuk operasi katarak.

Ketua Permadi NTT,dr.Euneke Cahya Ningsih sedang memeriksa mata pasien

Selain operasi katarak, lanjut dia, pihaknya juga melakukan pengobatan bagi warga yang memiliki keluhan lain pada mata.

“Jadi warga yang memiliki keluhan lain pada mata juga kami akan melakukan pengobatan,” tutur dokter spesialis mata yang bertugas di RS WZ Yohanes Kupang tersebut.

Ia menambahkan, jumlah penderita penyakit katarak mata di Indonesia saat ini terbilang cukup tinggi.

Sehingga dirinya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Yonif 715/MTL tersebut karena dapat membantu mengurangi jumlah penderita katarak di negeri ini.

“Saya secara pribadi sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Yonif 715 ini karena memang jumlah penderitanya katarak di Indonesia cukup tinggi, sehingga perlu sinergitas antara dokter spesialis mata dan semua pihak untuk menangani persoalan ini,” tuturnya.

Komandan Satgas Yonif 715/MTL, Letkol inf.Farid Yudis Purwanto kepada awak media menjelaskan, sebelum kegiatan ini digelar pihaknya terlebih dahulu mengumpulkan informasi terkait kondisi kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten TTU hingga Malaka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pihaknya menemukan banyak warga yang mengeluh memiliki gangguan pada mata.

Sehingga guna mengatasi persoalan tersebut, lanjut dia, pihaknya melakukan koordinasi dengan Yayasan Mata Hati Indonesia dan Permadi untuk melakukan operasi katarak.

“Yang terdaftar itu mendekati 200 orang, tapi yang menentukan layak atau tidak untuk dioperasi tim dokter dari Permadi dan Yayasan Mata Hati Indonesia kemudian kita siapkan 100 paket pasien yang bisa dioperasi lengkap dengan kacamatanya,” jelasnya.

Dikatakan, hingga saat ini terhitung sudah 8 kali pihaknya menggelar bakti sosial untuk warga di Kabupaten TTU hingga Malaka.

Ia berharap dengan diselenggarakannya kegiatan-kegiatan ini, hubungan antara TNI dan masyarakat bisa makin dekat lagi.

“Harapannya dengan ini kehadiran kami dapat diterima oleh masyarakat, mudah-mudahan kita bisa menjadi sebuah keluarga karena pada dasarnya kita sama-sama warga Indonesia,” tandasnya.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

alterntif text