Kabid Hubinwasnaker Sunyoto sedang menyerahkan buku secara simbolis kepada anak (Foto : Doc. Nakertrans Ende)

Ende, Vox NTT-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Ende telah merekrut 120 anak usia 7 sampai 17 tahun. Perekrutan itu khusus bagi anak yang tidak menyelesaikan pendidikan wajib 12 tahun.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Tenaga Kerja (Hubinwasnaker), Sunyoto menjelaskan, perekrutan tersebut merupakan bagian dari Program Keluarga Harapan, Program Pengurangan Kerja Anak oleh Menko SDM dan Kementerian Tenaga Kerja.

Ia menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk kepentingan program wajib belajar 12 tahun.

“Tahun ini kita sudah rekrut 120 orang dari 14 kecamatan. Untuk tahun 2019, kita sedang usulkan proposal,”ucap Sunyoto di ruang kerjanya, tidak lama ini.

Proses perekrutan serta pendampingan, jelas dia, sudah dilakukan akhir Mei 2018. Ratusan anak-anak yang direkrut semuanya tidak menyelesaikan pendidikan tiap tingkat pembelajaran SD, SMP dan SMA.

Anak-anak tersebut telah diberi pembinaan mental dan spritual oleh pihak Dinas Sosial dan Kementerian Agama Kabupaten Ende selama dua minggu. Kemudian mereka diberi motivasi untuk kembali ke dunia pendidikan.

“Anak-anak usia ini mestinya sedang berada dibangku sekolah. Banyak yang tidak sekolah dan ingin bekerja. Jadi, kita merekrut dan beri pemahaman agar mereka kembali ke dunia pendidikan,”jelas Sunyoto.

Ia menjelaskan untuk melanjutkan ke dunia pendidikan, pemerintah memberikan buku tabungan ke tiap-tiap anak. Buku itu sudah berisi uang berjumlah Rp 750.000.

“Kita tidak beri secara tunai. Tapi melalui buku tabungan dan uang itu untuk keperluan sekolah,”katanya.

Ekonomi Terbatas

Kepala Dinas Nakertras, Subhan Wanda menjelaskan bahwa persoalan ekonomi menjadi ukuran utama bagi orang tua anak. Rata-rata anak yang direkrut memberikan alasan yang sama yakni keterbatasan ekonomi.

Subhan mengatakan, setelah anak dibina dan diberi motivasi di Selter (tempat penampungan), orang tua anak juga diberi pemahaman tentang pentingnya dunia pendidikan.

“Alasan utama itu adalah ekonomi. Orang tua juga keluhkan hal yang sama. Tapi kita terus memberi pemahaman, memberi dukungan agar anak-anak kembali sekolah. Program 12 tahun wajib belajar itu cukup,”kata Subhan.

Selain ekonomi, niat anak untuk sekolah juga masih rendah. Untuk itu, program ini diperlukan agar anak kembali melanjutkan pendidikan.

“Nanti dibantu dengan uang saku melalui buku rekening. Jadi uang itu dimanfaatkan untuk anak sekolah,”ucap Subhan.

“Mereka (anak) melalui paket sesuai dengan jenjang pendidikan. Ujian praktek sudah dilakukan dan akan masuk di tahun ajaran baru kali ini,”katanya lagi.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K