Ketua DPD NasDem Kabupaten Mabar Edistasius Endi dan sekretarisnya saat pendaftaran di KPU setempat, 16 Juli 2018 (Foto: Screenshot video pendafataran NasDem Mabar)

Labuan Bajo, Vox NTT- Sama seperti partai lainnya, NasDem Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) juga telah bekerja serius dalam rangka meraup dukungan rakyat di pemilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Bacaleg partai besutan Surya Paloh itu sudah resmi mendaftarkan diri di KPU Kabupaten Mabar pada 16 Juli lalu. Mereka daftar sehari sebelum penutupan pendaftaran bacaleg sebagaimana telah diatur dalam PKPU Nomor 7 tahun 2017.

Ketua DPD NasDem Kabupaten Mabar Edistasius Endi memasang target bakal mencapai threshold Pilkada atau 20 persen suara sesuai instruksi DPP, DPW, dan DPD di Pileg 2019 mendatang.

Menurut Edi Endi, partai berlambang rotasi biru yang dibalut dengan warna jingga itu menargetkan bakal meraup 6 dari total 30 kursi di DPRD Mabar.

“Target kita minimal threshold Pilkada, jangan kita bertemu hanya waktu caleg saja kebersamaan kita harusĀ  pupuk,” ujar Edi Endi di hadapan para calegnya sebagaimana dilansir dalam video pendaftaran NasDem Mabar.

Dia menegaskan, satu tahap yaitu Pilgub NTT sudah dilewati. Pesta rakyat NTT yang berlangsung 27 Juni lalu itu, kata Edi, Viktor Bungtilu Laiskodat terpilih menjadi Gubernur NTT periode 2018-2023. Dia adalah pendiri sekali pengurus Partai NasDem.

Menurut Edi, Kemenangan ini telah mengangkat moral dan spirit kader untuk memperjuangkan cita-cita NasDem dalam memajukan bangsa Indonesia.

Diwawancarai VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp-nya, Minggu (22/07/2018), Edi mengaku optimis bakal bisa mencapai 20 persen suara di Mabar pada Pileg 2019 mendatang.

Sebab, kata dia, setiap caleg partai NasDem di Mabar yang tersebar di tiga daerah pemilihan (dapil) memiliki potensi dan punya peluang meraup suara dukungan rakyat.

Oleh karenanya, dia berpesan kepada para caleg NasDem di Mabar agar bersaing secara sehat dan fair.

Menurut Edi, sukses dan tidaknya pemilu tergantung tiga komponen. Ketiganya; parpol atau pelaku politik, penyelenggara dan masyarakat.

“Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami punya kewajiban untuk bersaing secara sehat dan fair, karena siapapun yang menang itu adalah kehendak masyarakat atau kemenangan rakyat,” ujar Edi.

Penulis: Adrianus Aba