Ekspresi penyerang Brasil, Neymar, dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2018 kontra Meksiko di Samara Arena, Samara, Rusia pada 2 Juli 2018.(AFP/ SAEED KHAN)

Jakarta, Vox NTT- Sebagaimana dilaporan langsung jurnalis Tabloid Bola, Anggun Pratama, dari Singapura, Senin (30/07/2018) Pelatih baru Paris Saint-Germain (PSG), Thomas Tuchel, mengaku akan berdiskusi dengan Neymar tentang anggapan yang menyebut sang bintang banyak bersandiwara di lapangan.

Anggapan ini muncul ketika Neymar membela timnas Brasil pada Piala Dunia 2018. Neymar dicap kerap melebih-lebihkan reaksi ketika mendapat tekel atau dilanggar oleh lawan.

Dalam jumpa pers pada Minggu (29/7/2018) di Stadion Nasional Singapura menjelang laga Atletico Madrid vs PSG, Tuchel mendapat pertanyaan soal kebiasaan Neymar itu: apakah ia mendukung atau memintanya berubah?

Saat mendengar pertanyaan awak media, Thucel sempat terdiam. Namun tak lama, sang pelatih tertawa yang juga disambut tawa oleh Gianluigi Buffon dan para wartawan yang hadir di Stadion Nasional.

“Begini, saya muda, tapi tak juga bisa dibilang muda. Tapi saya pasti akan berdiskusi dengannya. Saya menghormatinya,” ucap Tuchel.

“Ia punya potensi besar. Apa pun yang kami bincangkan bersifat rahasia dan akan terjadi di ruang tertutup, bukan untuk konsumsi publik,” kata pelatih asal Jerman itu lagi.

Saat ini, Neymar memang belum bergabung dengan rekan-rekannya di Singapura. Pemain termahal dunia ini masih menjalani masa liburan selepas Piala Dunia 2018.

Setelah pertandingan lawan Atletico, PSG kemungkinan akan langsung kembali ke Paris. Pasalnya, pada hari Sabtu (4/8/2018) PSG akan melakoni laga Piala Super Perancis melawan runner up Liga Perancis musim lalu, AS Monaco.

Tuchael Siap Lawan Ego Neymar

Saat ini Pelatih Thomas Tuchel saat ini memang diberkahi banyak pemain top di Paris Saint-Germain (PSG). Dia seolah mendapatkan berkat yang lebih dari pelatih lainnya di musim ini.

Akan tetapi, kualitas teknik selangit itu juga diiringi oleh pekerjaan berat, yakni menangani ego besar para pemain.

PSG mempunyai Neymar, kemudian Edinson Cavani, dan Kylian Mbappe di lini depan. Ada juga Angel Di Maria dan pemain top yang lain.

Ego besar itu sangat terasa di lini ofensif.

Musim lalu, Unai Emery sempat kewalahan ketika Neymar dan Cavani berebut soal jatah mengambil penalti.

Hal itu berpotensi terulang pada musim 2018-2019 jelas ada. Namun, Thomas Tuchel yang baru saja menggantikan Emery di PSG tak khawatir.

“Normalnya, pemain besar adalah yang termudah untuk diatur karena mereka sangat kompetitif. Mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan di lapangan,” kata Tuchel dalam jumpa pers di Stadion Nasional Singapura, Jumat (27/6/2018).

“Saya bukan mengajari mereka bermain sepak bola karena para pemain ini sudah paham. Saya hanya mengorganisasi permainan, taktik, dan beberapa hal lain dalam tim,” ucapnya sembari tersenyum lebar.

Tuchel menyatakan malah akan menikmati perannya buat menangani pemain bintang dengan ego besar seperti Neymar.

“Saya tak khawatir. Pada akhirnya, mereka yang akan menikmati hasil kerja keras dan bisa menikmati sepak bola. Saya akan mencoba mengeluarkan sisi itu di PSG,” ujar eks pelatih Borussia Dortmund itu.

Tuchel bersama PSG akan menghadapi Arsenal di ajang International Champions Cup 2018 (ICC 2018) pada Sabtu (28/7/2018).

Setelah itu, klub Paris tersebut akan menghadapi Atletico Madrid pada Senin (30/7/2018).

Penulis: Boni Jehadin

Sumber: Kompas.com dan Bolasport.com