Rektor Undana, Prof. Fred Benu (Foto: Istimewa)

Kupang, Vox NTT-Rektor Universitas Nusa Cendana, Fred Benu, menanggapi aksi protes mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang menolak pengalihan status Universitas dari Satuan Kerja menjadi Badan Layanan Umum.

BACA JUGA: GMNI Sebut Undana Belum Layak Jadi BLU

Fred mengatakan, saat ini Universitas Negeri di Indonesia sedang berlomba-lomba mendapat status Badan Layanan Umum.

“Kemarin itu ada tujuh universitas, yang gol terakhir itu hanya Undana dan Samratulangi menjadi status BLU,” kata Benu kepada wartawan di Aula Lantai 2 Rektorat Undana, Rabu (08/08/2018)

Fred, mengatakan Undana seharusnya beruntung karena statusnya dinaikan menjadi BLU.

“Kalau yang statusnya sebagai Satker ini benar-benar kita tergantung dari pemerintah pusat. Dengan mendapat Badan Layanan Umum kita diberikan kewenangan lebih fleksibel baik dalam akademik maupun non akademik. Pemerintah pusat lewat kementrian Ristek Dikti juga mendorong semua Universitas supaya berkinerja baik sehingga status bisa dinaikkan menjadi Badan Layanan Umum,” kata Fred.

Sebagai BLU, ke depan Undana juga dituntut untuk lebih transparan dan akuntabel.

“Kita sudah siap menjalankan itu” tegasnya.

Terkait uang kuliah mahasiswa, Fred menegaskan selama ini, Undana tidak pernah membebankan mahasiswa.

“Uang kuliah kita sudah empat tahun tidak pernah naik,” katanya.

Fred juga menambahkan, Kementrian Riset dan Dikti tidak pernah mengalokasikan anggaran yang besar untuk pembangunan infrastruktur di seluruh perguruan tinggi negeri.

“Undana dapat itu 10 Miliar, sudah empat tahun ini. Karena itu seluruh pembangunan infrastruktur untuk pelayanan mahasiswa itu didapat dari pendapatan kita sendiri. Misalnya pembangunan fakultas ekonomi dan bisnis dengan segala ruangan kuliah yang standar,” jelas Benu.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Irvan K