Terminal Tipe B Kefamenanu (Foto: Eman Tabean/VoxNTT)

Kefamenanu, Vox NTT- Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengambil alih pengelolaan terminal tipe B Kefamenanu, Kabupaten TTU.

Pengambialihan itu seiring dengan diterbitkannya Perda NTT Nomor 5 tahun 2018 pada bulan Juni lalu.

“Per Juni 2018 lalu Perda Nomor  5 tahun 2018 sudah diterbitkan, sehingga untuk pengelolaan terminal tipe B Kefamenanu sudah diambil alih pemerintah provinsi,” jelas Kepala terminal tipe B Kefamenanu, Michael Bani saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Rabu (15/08/2018).

Ia menjelaskan, jumlah retribusi untuk kendaraan yang masuk ke dalam terminal Kefamenanu bervariasi. Hal ini sesuai amanat Perda Nomor  5 tahun 2018.

Untuk kendaraan angkutan roda enam, jumlahnya Rp 4 ribu dan roda 4, jumlahnya Rp 2 ribu.

Sedangkan untuk angkutan jemputan, roda dua Rp 1.000, roda empat Rp 2 ribu dan roda enam Rp 4 ribu.

Ruas bentangan dalam terminal Kefamenanu yang sudah mulai rusak (Foto: Eman Tabean/VoxNTT)

“Retribusi yang ditarik itu untuk sekali masuk ke dalam terminal bukan per hari, kita saat ini dalam tahap sosialisasi dan kita berharap per Januari 2019 nanti sudah mulai optimal pelaksanaannya,” jelas Mikhael.

Mikhael mengaku hingga saat ini pihaknya mengalami kekurangan sumber daya manusia.

Hal tersebut lantaran dari lima pegawai yang bertugas di terminal Kefamenanu, hanya satu orang yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Padahal jumlah pengguna terminal dalam sehari terutama hari libur, kata dia, bisa mencapai 17 ribu orang.

“Terminal Kefamenanu ini bisa dibilang paling ramai di NTT, tapi kami yang bertugas di sini yang PNS hanya satu orang saja, saya juga sebenarnya bukan berkantor di sini tapi di kantor dinas sebagai kepala seksi perizinan tetapi ditugaskan untuk merangkap sebagai kepala terminal,” jelasnya.

Selain kekurangan personil, sambungnya, pengelolaan terminal tipe B Kefamenanu juga terkendala dengan sejumlah fasilitas pendukung. Itu seperti pelataran terminal yang sudah mulai rusak dan banyak berlubang.

Sehingga Mikhael berharap kedepannya pihak Pemprov dan DPRD NTT dapat mengalokasikan anggaran guna memperbaiki fasilitas yang ada, demi kenyamanan masyarakat pengguna terminal.

“Beberapa waktu lalu sudah kita usulkan agar pelataran terminal ini dihotmix, tapi dari DPRD NTT katanya anggaran lebih banyak dialokasikan untuk Pilgub, kita berharap kedepannya anggaran bisa dialokasikan sehingga masyarakat pengguna bisa lebih merasa nyaman,” ujarnya.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

alterntif text