181 ASN formasi dokter/bidan PTT dan Guru Garis Depan tahun anggaran 2017 lingkup Pemda Nagekeo sedang mengambil sumpah/janji yang di pimpin oleh Bupati Elias Djo. Gambar diambil, Kamis (16/08/2018) (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)

Mbay, Vox NTT- Masa kepemimpinan Elias Djo sebagai bupati Nagekeo akan berakhir pada tanggal 23 Desember 2018 nanti.

Di pengujung jabatannya, Elias Djo mengambil sumpah Apratur Sipil Negara (ASN) formasi dokter/bidan PTT dan Guru Garis Depan tahun anggaran 2017 di Aula Sekda Nagekeo, Kamis (16/08/2018).

“Sebelum akhir jabatan saya sebagai bupati Nagekeo, saya berpesan kepada semua guru, perawat, dokter dan bidan yang baru mengambil sumpah sebagai PNS. Jadilah profesi guru yang baik. Sementara di bidang kesehatan harus melanyani masyarakat dengan cinta dan kasih,” ujar Elias Djo dalam sambutannya.

Dia mengatakan, sumpah atau janji ASN merupakan salah satu persyaratan yang telah diatur dalam regulasi, tatkala mengawali tugas sebagai abdi negara dan masyarakat.

Elias menuturkan, sebagaimana layaknya sebuah sumpah atau janji, maka bagi yang mengucapkannya merupakan sebuah kewajiban yang harus ditaati oleh dirinya sendiri.

Sumpah atau janji merupakan tuntutan moral bagi seorang ASN dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Dia menambahkan, dengan kesanggupan dalam sumpah atau janji yang diucapkan juga ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Untuk itu saya minta yang diambil sumpah hari ini betul-betul mencermati kata demi kata yang telah diucapkan. Karena sebagai orang beriman kita tahu bahwa Tuhan yang menjadi saksi dalam setiap langkah hidup kita, dari awal mula sampai selamanya,” ucap Bupati Elias.

Dia berpesan kepada ASN yang dilantik hendaklah bekerja secara penuh kemampuan. Sebab tantangan pekerjaan sebagai ASN ke depan akan semakin berat.

Tantangan yang dihadapi, baik dari dalam internal birokrasi itu sendiri dengan tuntutan kerja semakin tinggi dan semakin cepat maupun dari eksternal birokrasi ketika peluang jabatan yang sebelumnya secara eksklusif hanya dapat  dipegang oleh seseorang ASN.

“Tetapi terbuka lebar bagi setiap warga Negara yang memenuhi persyaratan. Oleh karena itu momen sumpah/janji yang diucapkan, jadikan sebagai spirit dalam bekerja dan melanyani masyarakat sesuai tugas dan kepercayaan yang diberikan,” kata Elias.

Menurutnya, sumpah atau janji yang diucapkan secara bersungguh-sungguh dengan mengatasnamakan Tuhan, bukan sekadar retorika belaka untuk memenuhi tuntutan regulasi.

Akan tetapi lebih dari itu adalah sebagai wujud ketaatan sebagai warga Negara yang telah diangkat sebagai ASN untuk mengabdi sesuai dengan bidang tugas yang dipercayakan dengan penuh kesungguhan hati, serta rasa tanggung jawab yang tinggi.

Untuk diketahui, tahun anggaran 2017 di lingkup Pemda Nagekeo melakukan pengambilan sumpah atau janji ASN formasi bidan/ dokter PTT sebanyak 129 orang dan Guru Garis Depannya sebanyak 55 orang.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

alterntif text