Puluhan ribu umat katolik saat memperingati Semana Santa di Larantuka, Flores, NTT (Foto: Istimewa)

Larantuka, Vox NTT-Puluhan ribu suara umat katolik Provinsi NTT bakal hangus dalam pemilu serentak 17 April 2019 mendatang. 

Pasalnya pada waktu yang sama umat katolik di daerah ini menyelenggarakan ritual Semanta Santa.

Semana Santa adalah sebuah ritus hasil inkulturasi kepercayaan kristen katolik (warisan bangsa Portugis) dan budaya Lamaholot untuk menghormati Bunda Maria sekaligus penghayatan wafatnya Yesus Kristus.

Ritus ini berlangsung selama tujuh hari. Dimulai dari perayaan Rabu Abu hingga Rabu Trewa, kemudian dilanjutkan tiga hari suci yang dimulai hari Kamis Putih hingga Minggu Paskah.

Don Tinus DVG, raja Larantuka mengatakan puluhan ribu suara umat katolik di NTT bakal tidak ikut coblos karena konsentrasi mereka terbagi dengan perayaan Semana Santa.

“Masa Semana Santa digunakan oleh Umat katolik untuk berpuasa dan berbenah diri. Setelah masa Semana Santa, dilanjutkan dengan pelaksanaan prosesi Sesta Vera pada malam Jumad Agung. Tentunya dengan penyelenggaraan Pilnas konsentrasi umat akan terbagi. Hal ini, berpotensi banyak umat yang akan tidak memberikan suaranya atau Golput” ungkap Don saat ditemui VoxNtt.com di kediamannya, Selasa, (04/09/2018) malam.

Don mengatakan pengalaman pemilu yang bertepatan dengan perayaan Semana Santa pernah terjadi 10 tahun yang lalu.

Pada waktu itu pihak keuskupan, pemerintah daerah, dan suku-suku pelaksana Semana Santa, mengajukan permohonan agar pelaksanaan pemilu digeser sesudah paskah.

Permohonan itu kemudian dikabulkan pemerintah pusat dengan menetapkan pelaksanaan pemilu satu minggu setelah paskah.

Raja Larantuka berharap agar seluruh stakholder bersama-sama memperjuangkan jadwal pelaksanaan pemilu di NTT kali ini sehingga dapat digeser sesudah paskah.

“Kita sangat mengharapkan kerja sama dari seluruh stakholder. Tradisi ini tidak saja diikuti oleh umat Katolik Larantuka tetapi umat Katolik di Indonesia,” ungkap Don.

Masa Permenungan

Tujuh minggu masa Semana Santa merupakan waktu yang diisi dengan permenungan penderitaan Yesus. Umat katolik di Larantuka berpuasa, bertapa, dan menyampaikan ujud syukur atas berkat kehidupan yang telah dilalui.

Puncak dari perayaan Semana Santa ini ditandai dengan perarakan patung Tuan Ma (Bunda Maria yang sedang berduka) dan patung Tuan Ana (Arca kanak-kanak Yesus) mengelilingi kota Larantuka diikuti oleh ribuan umat dengan lantunan doa dan nyanyi-nyanyian ratapan Bunda Maria.

Sejak dahulu Semana Santa diikuti oleh beberapa daerah dalam paguyuban masyarakat berbudaya Lamaholot seperti umat katolik di Flores Timur, Lembata, dan sebagian Kabupaten Alor.

Tradisi ini telah membatin dan mengakar dalam nadi umat serta menjadi masa-masa yang dinantikan.

Inkulturasi unik nan sakral ini, kini menjadi magnet para peziarah, baik peziarah lokal maupun manca negara.

Ritual ini juga telah resmi ditetapkan menjadi wisata religi nasional oleh kementrian pariwisata pada tahun 2018.

Penulis: Sutomo Hurint

Editor: Irvan K

alterntif text