Ketua Umum PMII Kupang, Hasnu Ibrahim (Foto: Istimewa)

Kupang, Vox NTT- Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kupang ikut menolak jadwal pemilu serentak yang jatuh pada Rabu, 17 April 2019.

Sebelumnya, PMKRI Cabang Kupang dan Ruteng secara tegas menolak jadwal pemilu serentak tersebut karena bertepatan dengan ritus keagamaan Rabu Trewa dalam proses Semana Santa di Kabupaten Flores Timur (Flotim) dan hajatan paskah untuk umat katolik di Indonesia.

“Poinnya adalah PMII Kupang mendukung beberapa gerakan yang sudah dilakukan oleh beberapa kelompok organ gerakan,” ujar Ketua Umum PMII Kupang, Hasnu Ibrahim dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Senin (10/09/2018).

Menurut Hasnu, sikap penolakan yang telah disuarakan oleh kelompok organ gerakan seperti PMKRI didasari kajian dan landasan.

Dia menegaskan, KPU menetapkan jadwal pemilu seharusnya memperhatikan dari berbagai aspek.

“PMII dalam hal perayaan Semana Santa bukanlah bagian yang akan merayakan atau turut berdoa serta beribadah. Namun PMII merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia,” ujar Hasnu.

PMII sendiri, lanjut dia, sangat menjunjung tinggi hubungan lintas iman, agama, budaya, dan golongan.

Ketidakberpihakan dalam melihat ritus keagamaan seperti Semana Santa membuat PMII Kupang terpaksa menilai KPU tidak mengerti akan esensi dari berdemokrasi.

Hasnu mengatakan, berdemokrasi bagi PMII adalah ketika Negara mampu untuk menjamin kebebasan dalam menentukan pilihan politik. Kebebesan dalam merayakan ritual keagamaan. Kebebasan dalam merayakan hari besar menurut ajaran dan kepercayaan.

“Indonesia merupakan Negara pancasila. Indonesia merupakan Negara budaya. Indonesia merupakan Negera yang lahir atas cita-cita bersama,” imbuh Hasnu.

Menurut dia, ritual Semana Santa merupakan bagian yang tidak boleh terpisahkan dari hajat hidup salah satu agama yang diakui legal di Indonesia.

Penulis: Ardy Abba

alterntif text