Sugito, Dirjen Penanganan Daerah Pasca Konflik Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi RI (memegang piring dekat pintu) sementara menyantap Laku Tobe yang disajikan di stan Kecamatan Noemuti Timur (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)

Kefamenanu,Vox NTT-Sugito,  Dirjen Penanganan Daerah Pasca Konflik Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal  (PDT) dan Transmigrasi RI mengaku terpikat dengan kenikmatan makanan khas Kabupaten TTU.

Pengakuan itu disampaikan usai menyantap Laku Tobe (pangan lokal TTU yang terbuat dari tepung gaplek yang dikukus kemudian dicampur dengan asam dan gula merah) saat melakukan kunjungan ke stan kecamatan Noemuti Timur usai acara pembukaan pameran dalam rangka HUT Kota Kefamenanu ke-96, Selasa(11/09/2018).

“Satu hal yang pasti, sangat pas di lidah saya, sangat pas di lidah saya,” ujarnya dengan wajah sumringah saat diwawancarai awak media usai menyantap Laku Tobe.

Ia menambahkan, bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam pangan lokal yang bernilai gizi tinggi dan dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurut dia,  sudah selayaknya masyarakat didorong untuk mengonsumsi pangan lokal, daripada dipaksakan untuk mengonsumsi pangan yang tidak sesuai dengan adat dan kebudayaan setempat.

“Kalau warga kita terbiasa makan jagung, makan ubi sebagai kebiasaan ya seharusnya kita dorong, tinggal bagaimana teknologi pangan lokal itu dapat dimanfaatkan agar nilai gizinya semakin tinggi bukannya diganti,” ujar Sugito.

Pantauan VoxNtt.com, saat melakukan kunjungan ke stan Kecamatan Noemuti Timur, Dirjen Sugiono yang saat itu didampingi Wabup TTU Aloysius Kobes, Kasie Intel Kejari TTU Novantoro Catur Prabowo serta sejumlah pejabat teras di lingkup Pemda TTU itu selain menyantap Laku Tobe juga sempat mencoba minuman anggur pisang yang dipamerkan.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba