Muhammad Roland Zakaria, selaku fasilitator pusat sementara memberikan materi dalam kegiatan sosialisasi Pendidikan PTPPO yang digelar Yayasan Tapen Bikomi, 29 -31 Agustus 2018 (Foto: Arsip Yayasan Tapen Bikomi)

Kefamenanu,Vox NTT-Yayasan Tapen Bikomi sejak tahun 2012 hingga saat ini terus menggiatkan pendidikan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (PTPPO) di Kabupaten TTU.

Kegiatan pendidikan berupa sosialisasi, pelatihan dan juga pemutaran film PTPPO itu terselenggara berkat kerja sama Kemendikbud dan Yayasan yang dipimpin Mawar Suryani Lake Pohan tersebut.

Selain itu, Yayasan Tapen Bikomi juga mendorong pembentukan peraturan desa terkait TPPO dan juga pembentukan satuan gugus tugas tingkat Kabupaten TTU.

“Kami sejak tahun 2012 itu sudah bekerja sama dengan Kemendikbud untuk menggelar pendidikan pencegahan TPPO, wilayah dampingan kita hingga saat ini mencakup 24 kecamatan yang ada di Kabupaten TTU,” jelas direktris Yayasan Tapen Bikomi, Mawar Suryani Lake Pohan saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Sabtu (15/09/2018).

“Jadi setiap tahun itu kegiatan kita berbeda-beda, selain sosialisasi kita juga mendorong pembentukan perdes maupun menginisiasi pembentukan satuan gugus tugas tingkat kabupaten,” ujar Mawar.

Ia menjelaskan pada tanggal 29 sampai 31 Agustus lalu pihaknya baru saja menggelar sosialisasi PTTPO yang diikuti 160 peserta di aula gedung Dharma Wanita Kefamenanu.

Hadir Agus Solikin sebagai narasumber dari Kemendikbud. Sedangkan narasumber daerah itu, yakni Kadis PKO Emanuel Anunu dan Kadis Nakertrans Bernardino Totnay.

Sedangkan Muhammad Roland Zakaria bertindak sebagai fasilitator pusat dan direktris Yayasan Tapen Bikomi bertindak sebagai fasilitator daerah.

“Kegiatannya 3 hari dengan peserta beda-beda, pada hari pertama itu pesertanya dari pelajar mulai dari TK-SMA dan ketua Komite. Sedangkan hari kedua pesertanya unsur pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Sementara hari ketiga diikuti organisasi pemuda lintas agama dan organisasi mahasiswa,” jelas Mawar.

Ia menjelaskan dalam kegiatan tersebut pihaknya menyelenggrakan sosialisasi dengan sistem simulasi menggunakan media pembelajaran langsung.

Ia berharap peserta yang mengikuti kegiatan tersebut nantinya dapat menjadi vocal point untuk meneruskan informasi ke masyarakat terkait PTPPO.

“TTU kalau mau dibilang hingga saat ini masih darurat human trafficking sehingga dibutuhkan peran serta semua pihak guna melakukan pencegahan terhadap TPPO,” ujarnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba