Adriana Sikas, TKW asal Kabupaten TTU yang saat ini nasibnya terkatung-katung di Jakarta

Kefamenanu, Vox NTT- Maria Fina, ibu kandung dari Adriana Sikas (27) warga asal Kampung Haumeni, Desa Sainiup, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengungkap fakta terbaru terkait anaknya yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW).

Kini nasib Adriana dikabarkan terkatung-katung di Kota Jakarta. Ia juga mengalami depresi lantaran tak diberi upah selama 5 tahun bekerja.

Baca: Nasib TKW Asal TTU Terkatung-katung di Jakarta

Menurut Maria, Adriana berangkat ke Jakarta karena diajak oleh seorang wanita asal Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) berinisial ST.

Saat Adriana hendak berangkat, Maria mengaku sempat keberatan lantaran putrinya tidak mengantongi dokumen apapun.

Namun oleh perekrut dirinya diminta untuk tidak perlu khawatir karena seluruh dokumen akan diurus oleh pihak yayasan.

“Anti (sapaan akrab dari Adriana) itu tidak sekolah, dia jalan karena itu ibu dari Soe nama ST yang ajak , ST itu dari Soe tapi nikah dengan orang dari Tokbesi sini,” jelas Maria saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon, Selasa (13/02/2018).

“Saat awal dia (Adriana) jalan, saya tidak mau karena tidak ada surat-surat. Tapi itu ibu ST bilang nanti baru yayasan yang urus, dong juga janji bilang sampai Kupang mau kirim uang sirih pinang. Tapi sampai sekarang tidak pernah kirim,” ungkap Maria.

Maria mengaku dia dan putrinya tidak pernah ada komunikasi lagi sejak berangkat bekerja 6 tahun silam.

Selama ini dia sudah berupaya menghubungi wanita yang merekrut Adriana untuk bekerja guna menanyakan kabar putrinya, namun hasilnya nihil.

Hal tersebut lantaran ST saat ini sudah tidak lagi bekerja di yayasan yang merekrut Adriana.

“Kami sudah pernah cari itu ibu ST untuk tanya soal Anti tapi itu ibu bilang dia sekarang tidak kerja lagi di itu yayasan, tanya ibu pemilik yayasan punya nomor HP juga ibu ST bilang itu hari dia punya HP rusak, jadi nomor kontak hilang semua,” ujar Maria dengan nada kesal.

Sebab itu, dia berharap agar Pemda TTU dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi dapat membantu proses pemulangan putrinya tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten TTU, Bernanrdinus Totnay belum berhasil dikonfirmasi.

Saat VoxNtt.com berusaha menemui Bernardinus di kantor Disnakertrans TTU pada Rabu (14/02/2018), salah seorang staf mengatakan bahwa Kadis Bernardinus sementara bertugas ke luar daerah.

“Pak Kadis ada tugas luar daerah ke Mamuju, belum tahu kapan pulang,” jelas salah seorang staf yang tidak sempat menyebutkan namanya tersebut.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

alterntif text