Masa Aksi Saat Berorasi Di Bundaran Penghijauan Penfui, Kota Kupang. Kamis, 22 Maret 2018. (Foto : Tarsi/ Vox NTT)

Kupang, Vox NTT- Merespon maraknya kasus pembunuhan di Kota Kupang, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Peduli Kemanusiaan (FPK) menggelar aksi 1001 lilin di Bundaran penghijauan Penfui, Kota Kupang Kamis, (22/03/2018) sore.

Mahasiswa yang tergabung dalam forum ini yakni Ikatan Pelajar Mahasiswa asal Sumba Timur (IPMASTIM), Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA), dan Mahasiswa asal Manggarai Kupang.

Koordinator Umum aksi, Umbu Feri T. Haldi kepada Voxntt.com disela-sela aksi itu mengatakan aksi ini diselenggarakan sebagai kepedulian terhadap Kota kupang dimana akhir- akhir ini sering terjadi peristiwa-peristiwa yang mengenaskan.

“Banyak sekali tindakan kekerasan seperti, pembunuhan, pembuangan bayi, dan begal. Hal ini menjadi keprihatinan kami ,”katanya.

Kota kupang kata dia, dijuluki sebagai kota kasih tetapi masih banyak tindakan-tindakan kekerasan yang berkaitan dengan kemanusiaan yang dilakukan oleh oknum yang semena-mena dan anarkis.

“Tindakan ini sangat mengganggu kenyamanan masyarakat Kota Kupang,” tegasnya.

Tindakan kekerasan terhadap manusia, lanjut dia, sesungguhnya hal yang sangat serius untuk disikapi karena akan menyebabkan perpecahan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Berbagai rentetan kasus kekerasan baik itu kekerasan fisik maupun psikis yang berujung kehilangan nyawa terus terjadi. Kota kupang tidak lagi mampu menciptakan sebuah tatanan masyarakat yang harmonis,” pungkasnya.

Lanjut dia, kasus pembunuhan yang terjadi pada hari Minggu 18 Maret menjadi kasus yang sangat miris. Apalagi kejadian waktu tak jauh dari pos KP3 Udara.

“Kasus pembunuhan yamg terjadi menimbulkan sebuah pertanyaan mendasar. Kemana tugas kepolisian yang dalam semboyannya, melayani, mengayomi, dan melindungi? Kasus ini menjadi sebagian kasus kemanusiaan yang sering terjadi di sekitar area penghijauan Penfui yang meresahkan pengguna jalan,” imbuhnya.

Sementara itu,  mewakili mahasiswa Manggarai, Mosessianus A. Nafry, mengatakan forum peduli kemanusiaan ini dibentuk berdasarkan kesepakatan dari beberapa organisasi kemahasiswaan yang peduli kemanusiaan.

“Forum ini lahir sebagai bentuk kepedulian dari anggota forum terhadap masalah-masalah kemanusiaan yang akhir-akhir ini marak terjadi di kota Kupang seperti pembunuhan, human trafficking, begal, pembuangan bayi, dan pencurian,”ujarnya.

Wujud nyata dari kepedulian forum ini kata dia adalah dengan melakukan aksi damai 1001 lilin. Forum ini merasa terpanggil untuk melihat dan mengeritiki situasi dan kondisi yang terjadi di NTT yang berstatus darurat kemanusiaan.

“Aksi ini dilakukan bertujuan untuk mengecam berbagai tindakan-tindakan yang berbenturan dengan norma kemanusiaan yang selama ini terjadi dan meresahkan masyarakat serta menghapus masalah kemanusiaan yang ada di NTT dan di kota kupang khususnya,”pintanya.

Dia berharap, pemerintah dan pihak berwenang lebih total dalam menanggapi, menyikapi dan menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan yang terjadi di NTT.

“Saran akhir dari aksi ini adalah untuk mengembalikan citra dari kota kupang sebagi kota kasih dan NTT sebagai provinsi yang mempunyai toleransi tinggi terhadap norma kemanusiaan,” tuturnya.

Adapun pernyaan sikap dari forum peduli kemanusiaan ini yang diterima Voxntt.com yakni :

  1. Mengecam keras segala bentuk tindak kekerasn yang berkaitan dengan kemanusiaan di kota Kupang.
  2. Mendesak pemerintah dalam hal ini Kapolres agar meningkatkan penjagaan keamanan kota Kupang.
  3. Mengharapkan pemerintah mengusut tuntas kasus yang berkaitan dengan kasus kemanusiaan.
  4. Mengharapkan pemerintah agar menormalisasi fasilitas penerangan lampu jalan pada tempat-tempat yang rawan tindak kekerasan.
  5. Menghimbau agar seluruh elemen masyarakat agar turut serta menjaga keamanan dan kenyamanan kota Kupang.

Penulis :  Tarsi Salmon

Editor   : Irvan K

 

alterntif text