Ketua DPRD Ende, Herman Yosep Wadhi saat memberikan keterangan kepada Wartawan di ruang kerjanya tidak lama ini (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

Ende, Vox NTT-Anggota DPRD Ende kembali mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Jakarta selama enam hari terhitung sejak tanggal 5 sampai tanggal 10 Juni 2018. Bimtek anggota dewan kali ini dialokasikan dari dana silpa Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 760 juta.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Sekretariat Dewan Kabupaten Ende, Abubekar Longgi kepada Wartawan di Lantai Dua Kantor DPRD Ende, Kamis siang (07/06/2018).

Ia menyebutkan, dari total 30 anggota dewan, 17 diantaranya mengikuti bimtek. Sedangkan 13 dewan lainnya tidak mengikuti.

“Sisa anggota dewan tidak berangkat karena berhalangan. Ada anggota lainnya yang tidak mau berangkat, saya tidak tahu apa alasannya,”katanya.

Abubekar menjelaskan, total yang berangkat mengikuti bimtek ditambah 12 staf pendamping sekwan menjadi 29 orang. Dari total yang dianggarkan, jelas dia, masing-masing akan mendapatkan sekitar Rp 14 juta. Sisanya untuk akomodasi transportasi, makan dan nginap.

“Kalau anggota kita anggarkan semua. Kita alokasi 760 juta untuk 30 anggota dewan. Kalau yang tidak berangkat, ya, uang tidak diambil,” tutur Abubekar.

Ia mengatakan, anggaran untuk bimtek anggota DPR memang pernah direncanakan. Karena tidak diakomodir maka digunakan dana silpa.

“Ya, ini bimtek pertama tahun 2018. Ini kan (bimtek) dulu direncanakan. Karena tidak diakomodir, maka digunakan dana silpa,” ungkap Abubekar.

Sementara Ketua DPRD Ende, Herman Yosef Wadhi enggan berkomentar banyak soal pelaksanaan bimtek oleh sebagian anggota dewan. Ketika ditanya soal jumlah anggota dewan yang mengikuti bimtek, Herman mengaku belum mengetahui.

“Ya, nanti saya cek dulu ya,” katanya singkat, Jumat malam.

Sementara soal penggunaan dana silpa sebelum perubahan APBD, Herman enggan menjawab. Ia bahkan tidak berkomentar sedikit pun soal anggaran yang digunakan bimtek DPRD Ende.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

alterntif text