Ilustrasi lahan petani (Foto: Istimewa)

Kefamenanu,Vox NTT-Sejak periode pertama pemerintahan Bupati dan wakil bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dan Aloysius Kobes telah mencanangkan program padat karya pangan (PKP) sebagai program unggulan guna mengentaskan kemiskinan di daerah yang terdiri atas 24 kecamatan, 183 desa dan 11 kelurahan tersebut.

Sejak program tersebut mulai digulirkan pada tahun 2011 lalu hingga saat ini telah berhasil membuat gebrakan bagi pengembangan pertanian di wilayah yang berada di perbatasan RI-RDTL tersebut.

Keberhasilan ini dinilai dari peningkatan luas lahan sejak tahun 2011.  Pada tahun tersebut, luas lahan kering mencapai 8282 Ha.

Setelah 7 tahun berjalan, luas lahan kering meningkat sebesar 88.300 Ha atau menjadi 96.582 Ha.

Sedangkan untuk lahan basah luasannya meningkat dari 11.401 pada tahun 2010 dan menjadi 14.267 Ha pada tahun 2018 atau meningkat sebesar 2866 Ha.

“Kita harus akui kalau program PKP dalam 7 tahun berjalan ini membuahkan keberhasilan yang gemilang karena terjadi peningkatan jumlah luas lahan kering maupun basah” jelas Plt.Kadis Pertanian kabupaten TTU, Gregorius Ratrigis saat diwawancarai VoxNtt.com di ruang kerjanya,Kamis (26/07/2018).

Ia menjelaskan keberhasilan selain pada peningkatan luas areal pertanian juga tampak pada bertambahnya jumlah tanaman umur panjang.

Dari data yang dihimpun pihaknya jumlah tanaman kemiri saat ini mencapai 205.471 pohon, mente 273.520, kelapa 150.988, pisang 462.753 dan jati 324.228 pohon.

Sedangkan Mahoni jumlahnya saat ini mencapai 609.905 pohon, mangga 81.584, nangka 33.265, pinang 73.198, jeruk 81.302, gamelina 151.191 dan kopi 90.441 pohon.

“Kemauan dan semangat masyarakat untuk tanam TUP di kebun menetap cukup bagus, kita akan dampingi terus sehingga jumlah TUP yang ditanam bisa lebih meningkat lagi jumlahnya” tutur Ratrigis.

Penulis:Eman Tabean

Editor: Irvan K

alterntif text