Cerpen: Kutu di Rambut Perempuan

Fian Watu* Setiap siang, kisah tentang orang lain selalu mereka bicarakan. Kisah-kisah itu jatuh dengan cepat sekali dari mulut dua wanita ini. Belum habis kisah...

Puisi-puisi Emanuel Djomba

GURUKU Guruku.... Engkau tidak hanya dipanggil Tetapi engkau juga diutus Antara resah dan skeptis diri D ilengkapi senjata ke medan laga Berantas kebodohan dengan multi kompetensi Agar generasi berilmu dan...

Palsu-Puisi-Puisi Elen Open

Palsu (14 Februari 2016) Bising kota tak merenggut kesunyian di bibir sang gadis Tapi mengulas senyum dalam gemerlap Perayaan kasih sayang palsu Tatap matanya nanar Saksikan mereka yang dimabuk cinta, Membutahkan...

Puisi-puisi Gody Usnaat

Menunggu Terang Kampung lama menunggu terang langit sudah bertahun bintang bintang tak menolehkan datang- senantiasa bergegas mati pergi meski telah ibu susah lahirkan dan ayah payah besarkan "Tak mengapa" kata...

Puisi: Manusia Itu Bernama Perempuan

Puisi-Puisi Putra Niron Manusia Itu Bernama Perempuan Saya masih ingat, Ini terjadi ketika kantuk dengan tiba-tiba melanda diri saya. Memang sudah layak dan sepantasnya saya harus tertidur, Toh...

Puisi-Puisi Putra Niron

Manusia Itu Bernama Perempuan Saya masih ingat Ini terjadi ketika kantuk dengan tiba-tiba melanda diri saya. Memang sudah layak dan sepantasnya saya harus tertidur, Toh saya hanya menghabiskan...

Puisi-Puisi Marno Wuwur

Di Perempatan Yesus jatuh untuk keempat kalinya Dan kita tak pernah tahu hal itu Tiganya di Via Dolorosa Satu lagi di perempatan lampu merah yang kadang macet ....... Prtiittttt Polisi meniupkan...

Antologi Puisi Gody Usnaat

DI TEPI SUNGAI sungai ini mengingatkanku pada pergi yang senantiasa mengalir semacam kaki air pada alis sungai aku duduk mengenangmu yang kena tulah pergi mengenangmu semacam menyaksikan usaha anak-anak Ubrub mendulang emas, berulang ulang...

Puisi-Puisi Mila Lolong

Se(TABAH) Di sini musim patah berganti Pucuk-pucuk luruh Pelupuk-pelupuk lusuh, hendak meluruhkan Awan di sudut pelupuk menjelma basah Bagaimana dengan kotamu Yang katanya kota paling “kekasih”   Sudahkan engkau seduhkan secangkir rindu Secangkir...

Kematian Ata Pozo

Cerpen Fian Watu* Siang belum pamit ketika kejadian itu tiba. Tangisan demi tangisan memecahkan siang yang keras itu. Tidak hanya siang, lantai rumah dan kain-kain...

TERKINI

TERPOPULER

alterntif text
alterntif text