Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Wicked Diving Cetak 4 Divemaster Lokal di Labuan Bajo
Ekbis

Wicked Diving Cetak 4 Divemaster Lokal di Labuan Bajo

By Redaksi31 Oktober 20163 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Empat orang yang telah lolos ini adalah angkatan kedua dari program Wicked good, tahun lalu kita kirim 3 orang dan sekarang telah menjadi divemaster professional termasuk salah satunya adalah divemaster perempuan pertama yang merupakan orang lokal dan berasal dari Pulau Rinca

Labuan Bajo,Vox NTT- Wicked Diving, salah satu dive shop (bisnis selam) kenamaan di Labuan Bajo kembali mencetak 4 orang lokal untuk menjadi divemaster.

Melalui program Wicked Good, perusahaan yang berbasis di Thailand tersebut kembali menghasilkan 4 orang lokal yang siap dilepas menjadi penyelam professional dalam bisnis pariwisata baik di Labuan Bajo maupun di daerah-daerah lain di Indonesia.

Keempat dive master lokal tersebut adalah Yetnho Mami, Darius Krisnatalis Jani, Savrianus Jemahan,dan Marianus Tagung. Keempat divemaster lokal ini adalah putra daerah yang berasal dari 3 Kabupaten di Manggarai Raya.

Martha Muslin Tulis, Manager Program Wicked good yang ditemui Vox NTT Minggu (30/10) malam disela-sela penyerahan sertifikat kepada 4 dive master lokal tersebut mengatakan, program ini merupakan yang kedua kalinya digelar.

Pada tahun 2015 lalu, program ini telah menghasilkan 3 divemaster lokal dan salah satu diantaranya adalah dive master perempuan pertama yang berasal dari Pulau Rinca,Taman Nasional Komodo.

“Empat orang yang telah lolos ini adalah angkatan kedua dari program Wicked good, tahun lalu kita kirim 3 orang dan sekarang telah menjadi divemaster professional termasuk salah satunya adalah divemaster perempuan pertama yang merupakan orang lokal dan berasal dari Pulau Rinca,”kata Icha kepada Vox NTT(30/10).

Menurut Icha, perekrutan peserta program ini memprioritaskan para pelajar kelas 3 SMK yang secara ekonomi tidak mampu untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Para calon peserta juga harus bisa berbahasa Inggris dan mengikuti tes tertulis yang diadakan Wicked Diving.

“Kita Perioritaskan siswa-siswa kelas 3 yang tidak bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi karena kendala biaya, peserta kita wajibkan bisa berbahasa Inggris dan mengikuti tes tertulis yang kita gelar,”ujarnya.

Dia berharap, melalui program ini para siswa dari keluarga kurang mampu dapat memiliki nasib yang lebih baik dengan skill yang diperoleh dengan mengikuti program ini.

Selain itu, program ini juga diharapkan menggugah Perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang yang sama untuk terus memberdayakan potensi orang-orang lokal.

Peserta yang lolos seleksi selanjutnya mengikuti beberapa proses pendidikan secara gratis sebelum mendapatkan lisensi menjadi divemaster professional dari Scuba School International (SSI).

Tahap-tahap yang akan dilalui para peserta adalah Discover Scuba Dive, Open Water, Advance Open Water, Emergency first response, dan tahap terakhir Dive Guide.

CEO Wicked Diving Paul Landgraver kepada Vox NTT mengatakan, program ini adalah bentuk perhatian dari Wicked Diving terhadap orang-orang lokal.

Dia berharap,  melalui kegiatan ini semakin banyak orang lokal yang mejadi divemaster yang  akan terus peduli dengan kondisi lingkungan serta potensi bawah laut di Indonesia.

“Ini adalah jalan terbaik yang kami lakukan untuk menolong orang-orang lokal, semakin banyak divemaster lokal maka semakin banyak juga orang yang akan peduli dengan lingkungan serta potensi bawah laut yang ada,”ujar Landgraver.

Untuk diketahui, proses mendapatkan lisensi menjadi divemaster membutuhkan biaya antara 50 hingga 80 Juta rupiah.

Turut hadir dalam acara penyerahan sertifikat divemaster ini Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat Pius Baut. (Eyo/VoN)

 

Manggarai Barat
Previous ArticleSumpah Pemuda di Era Globalisasi
Next Article Isu SARA Ujian Dalam Demokrasi Indonesia

Related Posts

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Kades Golo Riwu Luncurkan Program “Investor Serbu Desa”, Andalkan Porang Hadapi Risiko Krisis 2026

3 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.