Tumpukan sampah di salah satu titik pada ruas Ruteng-Iteng ( Foto: Venan Jerahu)
alterntif text

Ruteng, VoxNtt.com- Sampah-sampah tampak berserakan di beberapa titik pada ruas jalan Ruteng-Iteng di Kabupaten Manggarai.

Sampah tersangkut di badan jalan lantaran air got meluap disebabkan hujan lebat yang mengguyur beberapa pekan terakhir.

Sampah yang terbawa akibat luapan drainase ini bermacam-macam mulai dari plastik, ranting-ranting, maupun pasir dan tanah.

Rati Anita, salah seorang pengguna jalan yang menghubungkan Ruteng menuju Iteng, ibu kota Kecamatan Satarmese tersebut mengatakan, sampah hampir merata di beberapa titik akibat hujan.

Sampah yang tampak paling banyak, kata Rati, terdapat di sepanjang hutan Negara Golo Lusang. Air parit meluap membawa ranting-ranting dan sampah plastik.

“Sejak bulan lalu saya lihat sudah mulai ada sampah berserakan di pinggir jalan tetapi hanya pada beberapa titik tertentu saja. Akhir-akhir ini sampah semakin banyak dan menyebar di sepanjang jalan,” kata Rati, Minggu (5/2/2017).

Dihubungi terpisah, Venan Jerahu, salah seorang warga Kecamatan Satarmese membenarkan adanya sampah di badan jalan Ruteng-Iteng akibat luapan air got.

Venan mengatakan selain karena luapan air got, sampah di jalan tersebut juga disebabkan oleh ulah dari oknum-oknum tertentu.

Dia mengaku, selama ini tak jarang melihat beberapa oknum membuang sampah dengan menggunakan truck di pinggir jalan milik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut. Mereka diduga berasal dari kota Ruteng.

“Ada beberapa orang yang saya curiga dari Ruteng membuang sampah di sekitar hutan di sepanjang jalan ini, sampah yang mereka buang di sini jumlahnya sangat banyak,” kata Venan.

Venan sangat menyayangkan ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini. Jika terus dibiarkan, maka sampah plastik di sekitar hutan Negara Golo Lusang akan mengancam kelestarian hutan.

Karena itu dia berharap agar otoritas yang menjaga hutan segera mengambil tindakan dan langkah tegas bagi oknum yang membuang sampah di kawasan Golo Lusang.

“BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) tidak boleh tutup mata dengan keadaan ini. Ini hutan lindung yang harus dijaga, kalau ada oknum yang kedapatan membuang sampah di hutan, ya harus ditindak tegas sebelum sampah mencemari hutan kita,” tegas Venan berharap. (Ardy Abba/VoN).