Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Puluhan Tahun Gelap, Warga Elar Akhirnya Menikmati Listrik
Ekbis

Puluhan Tahun Gelap, Warga Elar Akhirnya Menikmati Listrik

By Redaksi28 April 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Tote menekan tombol lampu menyala sebagai tanda peresmian PLTMH Elar
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Setelah puluhan tahun gelap, masyarakat Lengko Elar, Kelurahan Watu Kondo, Kecamatan Elar akhirnya bernafas lega. Pembangkit listrik tenaga mikro hydro (PLTMH) akhirnya menerangi ratusan rumah di warga di daerah itu.

PLTMH Wae Laban Elar sudah diresmikan oleh Bupati Manggarai Timur (Matim), Yoseph Tote di Lapangan Paroki Elar, Rabu (27/4/2017).

Ketua Panitia Peresmian Pastor Marsel Pr, dalam laporannya mengatakan, kehadiran PLTMH ditempat itu merupakan sebuah kisa heroik yang terpatri sepanjang abad. Bukan sesuatu yang mudah, tetapi yang sudah terbayar dengan peluh dan darah.

Pembangunan PLTMH di Elar merupakan buah perjalan karya pelayanan gereja di Keuskupan Ruteng.

Sejak tahun 2012, gereja Keuskupan Ruteng mencanangkan sebuah program pelayanan penerangan melalui pembangunan listrik tenaga air secara swadaya.

Program ini merupakan bentuk pengejawantahan pelayanan gereja yang bersifat integral dan kontekstual.

Apa yang menjadi kegelisaan dan kecemasan masyarakat itu juga menjadi kecemasan dan kegelisaan gereja.

Selain PLTMH menjadi salah satu pilihan adaptasi terhadap perubahan iklim, juga kegiatan lain seperti mekanisasi pengolahan kopi dan pengembangan kegiatan pertanian organik.

Saat ini sudah ada empat PLTMH yang sudah dibangun yakni PLTMH Wae Rina pada tahun 2012, PLTMH Wae Mese Wangkar Paroki Watu Nggong tahun 2014, PLTMH Wae Laban Elar dan PLTMH Wae Lenger Menggol Bea Muring Tahun 2016.

Disampaikan Pastor Marsel, hal yang mendorong dalam melaksanakan kegiatan pembangunan PLTMH adalah keterbatasan pelayanan penerangan dari PLN, biaya penerangan mahal, terbatas dalam pemanfaat, akses informasi yang kurang, polusi lingkungan, perubahan iklim dan kerusakan alam, dan yang tidak kala penting dengan adanya budaya gotong royong.

“Model kegiatan masyarakat melakukan swadaya tenaga untuk pembangunan bendungan, saluran, rumah turbin, pemasangan tiang, swadaya tiang jaringan, swadaya tunai RP 2.500.00-2.750.000 untuk pembelian bahan jariangan utama dan instalasi rumah serta iuran perbulan,” kata Pastor Marsel.

Kata dia, PLTMH Wae Laban Elar menelan anggaran sebesar Rp 3.788.383.000. Penerima manfaatnya  316 KK, gereja, sekolah, musola, kantor kelurahan, asrama, puskesmas, dan kantor kecamatan.

Lanjut Pastor Marsel, dalam mewujudkan program ini begitu banyak tantangan. Tantangan yang terbesar adalah kemampuan masyarakat dalam mengumpulkan swadaya tunai.

“Namun beruntung begitu banyak lembaga yang mau menolong seperti koperasi Ayo Mandiri, koperasi Kopkardios, Pemda Matim, dan sejak tahun 2015 melalukan kerja sama dengan pihak kementerian lingkungan hidup, Bappeda propinsi dan Kabupaten, UNDP dan Bank NTT melalui program SPARC,” katanya.

Peresmian ditandai penekan tombol kontak listrik PLTMH dari perwakilan pemerintah gereja, lembaga koperasi, UNDP, Bank NTT, dan Polres Manggarai.

Selanjutnya penguntingan pipa oleh Uskup Ruteng  Mgr. Hubertus Leteng Pr yang diakhiri penaman pohon secara simbolis di kompleks Paroki Elar. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleThomas Radho, Mantan Ketua DPRD Ngada Tutup Usia
Next Article Kemensos Kejar Target Dirikan 1000 KSB di Indonesia

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.