Embung Konda Mari

Ruteng, Vox NTT- Masyarakat Golo Nderu, Desa Bangka Lao, Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai sangat kesal lantaran Embung Konda Mari yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air minum di kampung itu mubazir.

Yuventus Jehalut, Warga Golo Nderu kepada VoxNtt.com, Rabu (31/5/2017), mengatakan embung itu dibangun tahun 2013 lalu untuk mengatasi krisis air minum di Golo Nderu saat musim kemarau tiba. Namun, celakanya setelah selesai dibangun embung tersebut sama sekali tak bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Sejak selesai dibuat sampai sekarang kami tidak sempat merasakan manfaatnya,” ujarnya kesal.

Menurut Jehalut, mubazirnya embung itu disebabkan karena tak memiliki daya tampung yang baik. Kalau pun sempat penuh saat musim hujan tiba, tapi juga cepat habis karena airnya terserap ke tanah.

Selain daya tampung embung yang buruk, Jehalut juga mengaku mubazirnya embung tersebut juga disebabkan karena semua pipa yang digunakan untuk mengaliri air ke Golo Nderu rusak berat. Hal itu disebabkan karena saat dibuat pipa-pipa tersebut dipasang asal jadi.

“Saya lihat waktu itu pipanya tidak ditanam dengan baik. Harusnya kan mereka gali dulu tanahnya baru kubur pipanya. Ini kan tidak. Sehingga jangan heran kalau mudah rusak,” pungkasnya.

Terpisah, Rita, Warga Pong Lao Desa Bangka Lao yang rumahnya tak jauh dari lokasi Embung Konda Mari itu mengatakan embung itu tak memiliki daya tampung yang baik karena seluruh dinding penyangganya terbuat dari tanah.

“Kalau musim hujan memang airnya banyak tapi tidak bertahan lama. Itu karena airnya meresap ke tanah. Makanya saya minta kalau bisa pemerintah perbaik embung ini dengan cor semen supaya airnya tidak resap lagi ke tanah,” katanya kepada wartawan, Rabu (31/5/2017).

Sebelumnya diberitakan, Embung Konda Mari yang terletak di Pang Lao Desa Bangka Lao Kecamiatan Ruteng Kabupaten Manggarai mubazir. Embung itu milik Satker Pelaksana Jaringan Sumber Air NTT Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR dan dibangun pada tahun 2013 lalu.

Baca: Dibuat Asal Jadi, Embung Konda Mari di Desa Bangka Lao Mubazir

Embung tersebut memiliki panjang tanggul 43 m dan tinggi 8 m dengan daya tampung; kotor: 21.927 m3, bersih: 20.654 m3. Adapun target pelayanan embung itu yaitu 109 KK, hewan 72 ekor, kebun 3,52 ha dan DAS 90,60 ha.

Pantauan wartawan di lokasi, nasib embung itu mengenaskan. Di bagian barat terlihat pintu pembuangan sudah rusak. Akibatnya, saat musim hujan embung itu tak bisa menampung air secara maksimal. Selain pintu pembuangan yang rusak, pipa penyalur airnya juga rusak berat. Akibatnya, air yang ada tak bisa dialiri ke lokasi sasaran manfaat.

Damas, Warga Ngkor Desa Bangka Lao saat ditemui wartawan, Senin (22/5/2017) lalu mengaku saat musim hujan embung itu dapat menampung air yang mengalir dari berbagai ruas. Tapi, air yang tertampung itu tak bisa dimanfaatkan masyarakat karena pipa penyalurnya rusak berat.

“Jadi genang terus macam danau. Makanya jangan heran di situ orang pakai untuk berenang saja” katanya.

Sebab itu, ia meminta Pemerintah segera memperbaikinya agar embung tersebut dapat kembali bermanfaat bagi masyarakat Desa Bangka Lao. Jika tidak diperbaiki, kata Damas, embung itu nantinya akan menjadi kubangan kerbau milik warga Desa Bangka Lao dan sekitarnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan pihak Satker Pelaksana Jaringan Sumber Air NTT Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR belum bisa dikonfirmasi. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN)