Tim SAR sedang mencari korban di Gililawa-Labuan Bajo menggunakan Speadboat

Labuan Bajo, Vox NTT-Tim SAR Kupang bersama TNI AL, Kodim 1612 Manggarai, Polres Mabar dan TNK terus mencari Wisatawan Asing (Wisman) asal Singapura yang hilang saat melalukan diving (Selam) di Perairan Gililawa kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kamis (13/7/2017) kemarin.

Sampai saat ini hari kedua pencarian,  Tim SAR belum berhasil menemukan Rinta Paul Mukkam (40) yang pergi diving menggunakan kapal wisata KM Seamore Papua bersama 15 temannya dari Singapura.

Kepala SAR Kupang, Ketut Ardana kepada wartawan mengatakan saat ini tim SAR masih berada di lokasi hilangnya korban.

Dalam pencarian korban itu, Tim SAR dan tim gabungan menggunakan 8 Speedboat dan 12 kapal wisata milik warga Labuan Bajo.

“Tim SAR sudah mulai melakukan pencarian sejak hilangnya wisatawan asal Singapura itu, ” kata Ardana.

Dia mengatakan Tim SAR yang mencari korban itu berjumlah 20 orang. Saat ini masih terus melakukan pencarian di lokasi.

“Tim kita masih berada di lokasi melakukan penyisiran di lokasi,” katanya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Labuan Bajo, Jasrah Yuzi Irawan mengatakan KM Seamore Papua mengurus surat persetujuan berlayar (port clearance) di Kantor UPP Labuan Bajo pada Rabu 12 Juli 2017 dengan tujuan Pulau Rinca dan Komodo dengan 16 penumpang asal Singapura.

“Wisatawan yang belum ditemukan itu melalukan diving di utara Pulau Komodo, “kata Jasrah.

Seperti diketahui, Rintah Paul Mukkan hilang pada Kamis 13 Juli 2017 sekitar pukul 11.40 Wita.  (Gerasimos Satria/VoN)

alterntif text