Situasi sidang Panja LHP BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Ngagekeo tahun 2016 di ruang sidang utama DPRD Nagekeo, Rabu (2/8/2017).

Mbay, Vox NTT- Anggota DPRD Nagekeo, Silvester Yewa menyatakan ada banyak kontraktor di kabupaten itu bermasalah dalam pekerjaan tetapi masih diberi proyek oleh pemerintah.

“Banyak kontraktor atau rekanan di Kabupaten Nagekeo yang bermasalah dalam pekerjaannya, tapi masih diberikan ruang untuk mendapatkan paket proyek bukan diberikan punishment (hukuman),” ujar Silvester Yewa pada sidang Panja LHP BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Ngagekeo tahun 2016 di ruang sidang utama DPRD Nagekeo, Rabu (2/8/2017).

Ia menilai‎ masih banyak kontraktor yang layak dan mampu menyelesaikan proyek, selain rekanan yang bermasalah sebelumnya.

Sil mengaku hal ini diusulkan karena sejumlah pekerjaan menghadapi masalah yang sama dari tahun ke tahun.

“Sebenarnya yang sudah ada masalah tidak boleh dikasih proyek. Bila perlu black list dia. Tapi di Nagekeo ini, tidak. Malah diberikan kepada kontraktor yang bermasalah, yang tidak bermasalah tidak diberikan proyek. Sebenarnya kontraktor yang berhasil harus diberikan penghargaan. Kalau seperti ini, Negara akan hancur,” tegasnya.

Karena itu, politisi PDI-Perjuangan itu meminta agar pelelangan proyek di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan sesuai ketentuan. Berharap menggunakan kontraktor yang memenuhi kualifikasi dan tidak bermasalah sebelumnya.

Sil berharap pula agar kondisi itu menjadi perhatian kepala daerah, termasuk kepala OPD agar pekerjaan proyek pembangunan ke depan tak lagi bermasalah.‎ (Arkadius Togo/AA/VoN)

alterntif text