Tim INAFIS Polres Sikka sedang melakukan identifikasi (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)

Maumere, Vox NTT- Terkait temuan onggokan daging dalam kantong plastik di Waioti, Selasa (21/11/2017) malam, Kabag Humas Polres Sikka, Iptu Margono menerangkan, daging yang diduga janin tersebut ternyata adalah ari-ari.

“Setelah diperiksa bidan di ruang mayat, tadinya yang disangka janin ternyata adalah plasenta atau ari-ari,” kata Margono melalui WhatsApp kepada VoxNtt.com, Rabu (22/11/2017) pagi hari.

Doa dan harapan yang tertulis pada buku yang ditemukan bersama ari-ari (Foto: Dok. Polres Sikka)

Lebih jauh, Margono menerangkan pihak Polres Sikka saat ini sedang melakukan Pulbaket di sekitar TKP, untuk menemukan orang tua bayi pemilik ari-ari tersebut.

Bukti lain yang memperkuat temuan ari-ari tersebut adalah, adanya pulpen dan buku tulis pada kantong plastik lain yang ditemukan bersamaan dengan kantong plastik berisi onggokan daging.

Baca: Heboh, Penemuan Daging dalam Kantong Plastik di Waioti

Dalam buku tersebut ditemukan tulisan “Dia lahir ke dunia karena kehendakMu, maka terjadilah padanya menurut kehendakMu.

Jadilah anak yang berguna bagi orang tua, sesama, terutama demi kemuliaan Tuhan.”

Informasi yang dikumpulkan VoxNtt.com dari berbagai sumber, beberapa komunitas memiliki tradisi menggantung ari-ari di pohon. Ada pula kebiasaan menyertakan pulpen dan buku pada ari-ari.

Chen, salah seorang warga Waioti yang dihubungi media ini pada Rabu (22/11/2017) pagi menilai, isi surat tersebut menunjukkan bahwa doa tersebut diperuntukkan untuk anak yang baru lahir.

“Bagaimana mungkin dia tulis doa untuk anaknya kalau itu hanya janin? Justru karena itu ari-ari makanya anak pemilik ari-ari itu didoakan seperti itu,” tandasnya.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Adrianus Aba