Tempat jualan ayam dalam kondisi kosong (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)

Borong, Vox NTT-Menjelang perayaan Natal hinggga Tahun Baru 1 Januari 2018, harga ayam pedaging di Pasar Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur (Matim) melonjak drastis.

Warga pun mengeluh dengan harga ayam yang serentak naik setiap kali ada perayaan.

Warga Borong, Veri Ramly saat ditemui VoxNtt.com di Borong, Kamis (04/01/2018), mengatakan menjelang Natal kemarin sampai tahun baru harga ayam pedaging melonjak cukup tinggi.

“Bayangkan dari biasanya harga ayam itu 50 ribu. Tiba-tiba langsung naik jadi 90 ribu. Mahal sekali. Kita juga tidak tahu apa alasan penjual ayam naik harga begitu saja,” ungkapnya.

Karena itu, dia meminta kepada Pemkab Matim untuk menetapkan standarisasi harga ayam pedaging.

Sehingga penjual ayam pedaging tidak sesuka hati menentukan harganya.

“Harus ada standarisasi harga untuk ayam pedaging. Kalau tidak penjualnya bebas mematok harga kepada penjual,” ungkapnya.

Selain harga yang cukup mahal itu, dia juga keluuhkan stok ayam pedaging di pasar Borong yang saat ini lagi kosong.

“Penjual ayam sudah tidak jualan lagi. Ini sudah beberapa hari. Tidak tahu, apakah stok ayam habis atau sengaja tidak jual. Tempat jualan mereka semuanya kosong, tidak ada ayam,” ungkapnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba