BKH pose bersama sejumlah masyarakat Colol

Borong ,Vox NTT- Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) nomor urut tiga, Benny K Harman menyatakan, jika terpilih pada Pilgub 27 Juni mendatang akan mendukung pembudidayaan Kopi Colol.

“Itu nanti mulai dari menjaga kualitas kopi, menjadi gudang kopi bagi NTT, mempromosikan ke pasar lokal, nasional dan internasional. Jangan biarkan para tengkulak yang menguasi perdagangan kopi di NTT,” jelas Benny saat tatap muka dengan ratusan warga Colol Raya, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu (21/02/2018).

Dalam pertemuan yang berlangsung di aula serbaguna Paroki St. Petrus Colol di Biting Desa Ulu Wae itu, Benny Harman menegaskan, kualitas Kopi Colol perlu dijaga agar menjadi sumber destinasi bagi warga NTT.

“Maka dari itu perlu menjaga kualitas Kopi Colol. Ini harus diangkat,” kata calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan Benny A Litelnoni itu.

Selain itu kata Benny, pemerintah harus mendorong untuk menjadikan Colol sebagai destinasi wisata alam kopi. Hal tersebut dilakukan agar bisa menarik perhatian, baik bagi wisatawan domestik maupun manca Negara.

Menurut BKH, jika wisatawan banyak yang datang ke Colol nantinya, maka mereka pasti mendorong percepatan promosi Kopi Colol di mata dunia. Ini hal pertama.

Kedua, lanjut mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu, Paket Harmoni (Benny K Harman dan Benny A Litelnoni) akan membuka 100 ribu lapangan kerja di NTT.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil survei menyebutkan persoalan kemiskinan terjadi di NTT karena kekurangan pendapatan. Ini disebabkan kurangnya lapangan kerja.

Benny berujar, di NTT hingga kini masih ada 1,5 juta jiwa penduduk masih kategori miskin.

“Saya sudah berkomitmen membuka lapangan kerja sebanyak – sebanyaknya,” ucap BKH.

Selain itu, Paket Harmoni juga berkomitmen menyiapkan modal usaha bagi masyarakat yang ingin membuka lapangan kerja sendiri.

Modal usaha nanti akan disiapkan melalui kerja sama pihak bank yang tentu saja dengan bunga murah, tanpa jaminan dan tanpa anggunan.

Ketiga, Benny berkomitmen untuk mebuka luas jaringan komunikasi dan informasi (jaringan telkomsel) agar masyarakat lebih mudah mengakses internet dengan dunia luar.

“Sehingga masyarakat dengan mudah untuk memasarkan hasil komoditi berupa kopi bagi masyarakat Colol, masyarakat bisa mengetahui harga kopi nasional dan internasional lewat akses internet. Ini penting sekali, dan sangat penting,” tegas BKH.

Keempat, terkait nasib guru honorer SMA/SMK. Benny akan mengangkat seluruh guru honorer menjadi kontrak provinsi. Paket Harmoni akan melakukan seleksi ulang semua guru yang merupakan kewenangan provinsi untuk menjamin mutu pendidikan di NTT.

Kelima, Ia berkomitmen untuk memberikan beasiswa bagi anak sekolah yang kurang mampu. “Ini janji kampanye saya,” ujar BKH.

Sementara itu, Johanes Basri salah satu warga Biting Desa Ulu Wae yang hadir dalam kesempatan itu meminta komitmen BKH agar tidak terjerumus ke dalam tindakan korupsi.

“Karena masyarakat sangat resah dengan persoalan korupsi. Banyak yang kelihatan bermuka kudus di hadapan orang. Tapi tidak sesuai dengan perilaku. Sehingga pada akhirnya terjebak dengan kasus hukum dan ditangkap KPK,” ujar Johanes.

Dia juga meminta komitmen BKH untuk menambah ruas jalur jalan provinsi NTT. Komitmen ini tentu saja menjadi tolok ukur bagi warga untuk mengawal program Paket Harmoni ketika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi jalan kita sekarang ini. Karena masih banyak yang belum ada sentuhan dari pemerintah. Seperti penambahan ruas jalan Ruteng, Waling, Mukun , dan Elar,” kata Johanes.

Dia juga mengaku prihatin dengan nasib guru honorer yang mengabdi di SMA dan SMK saat ini. Karenanya, Johanes meminta komitmen BKH terkait nasib guru-guru tersebut.

Tokoh masyarakat lain Yosef Danur yang turut hadir dalam kampanye tersebut menyatakan siap mendukung BKH dalam pilgub NTT.

“Kami meminta BKH agar selalu dekat dengan rakyat,” katanya.

Hal itu disampaikan, sebab menurut Danur BKH terkesan tampil elitis saat berada di Jakarta dan menjadi anggota DPR RI. Penampilan elitis ini terkesan tidak dekat dengan rakyat NTT.

“Saya berharap atas nama masyarakat ketika Pak Benny terpilih jadi Gubernur jadilah pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Kerena merasa dekat dengan masyarakat, tidak segan lagi untuk menyampaikan aspirasi,” ujar Yosef Danur.

KR: Leonardus Jehatu
Editor: Adrianus Aba