Terminal Mbay bagai kolam renang. Gambar diambil 7 Maret 2018

Mbay, Vox NTT- Ketika musim hujan kondisi terminal Mbay di Kabupaten Nagekeo sontak berubah bagai kolam renang.

Pantauan VoxNtt.com, Rabu (07/03/2018), prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang yang juga dikenal dengan nama terminal Danga itu penuh dengan genangan air.

Hal tersebut disebabkan hujan lebat yang mengguyur wilayah itu beberapa hari terakhir. 

Genangan air tersebut hingga mencapai sepuluh sentimeter bahkan lebih.

Salah seorang warga yang kesehariannya berprofesi sebagai sopir angkutan kota, Alosius Lipu mengatakan, genangan air yang terdapat di dalam lokasi terminal Danga bukan baru pertama.

Genangan air bagai kolam selalu saja terjadi ketika musim hujan tiba.

Air hujan tidak saja menggenang di areal parkiran kendaraan, namun hampir merata di seluruh lokasi terminal.

Akibatnya, aktivitas masyarakat yang hendak memanfaatkan terminal Danga menjadi terganggu. Bahkan air baru menyurut hingga tiga sampai empat hari setelah hujan berhenti.

Agar bisa terhindar dari genangan air, kata Alosius, para sopir dan juga tukang ojek enggan memarkir kendaraan di dalam terminal.

Dia menambahkan, genangan air itu terjadi akibat tidak adanya saluran drainase yang melintas di sekitar areal terminal dan bahkan di jalur jalan protokol.

Baca: Tiga Bulan, Tumpukan Sampah di Terminal Kota Mbay Tak Kunjung Dibersihkan

Karena itu, Alosius meminta Pemkab Nagekeo untuk segera memperhatikan kondisi terminal. Harapannya pemerintah bisa memperbaikinya agar saat musim hujan air tidak tergenang di kawasan terminal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Nagekeo Alex Jata mengatakan, kondisi terminal Danga sedang diperjuangkan untuk direhab kembali.

“Tahun ini kita dapat dana dari ABPD II sebesar Rp 400 juta untuk rehabilitas terminal dengan sasaran pekerjaan pagar di terminal dan portal,” kata Alex kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Kamis (08/03/2018).

Menurutnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Nagekeo telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk membuat drainase darurat. Hal ini untuk mengantisipasi adanya genangan air saat musim hujan.

“Karena nanti tahun 2019 akan melakukan pembenahan keseluruhan,” kata Alex.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

alterntif text